Opini

22 Tahun Sulawesi Barat: Merayakan Usia, Menghadapi Ketimpangan

×

22 Tahun Sulawesi Barat: Merayakan Usia, Menghadapi Ketimpangan

Sebarkan artikel ini

Oleh : Muh. Saad Pasilon S,E,.(Tokoh Pemuda Sulawesi Barat)

Opini, Potretnusanatara.co.id – Hari ini, Sulawesi Barat kembali menggenapkan bilangan usianya. panggung hiburan didirikan untuk beberapa acara pelaksanaan seremonial, dan pidato-pidato keberhasilan mulai menggema di ruang publik. 

Namun, di balik riuh rendah seremonial ini, kita harus berani bertanya apakah kita sedang merayakan kemajuan atau hanya sekedar melanjutkan pergantian kalender?.

Ulang tahun daerah bukanlah ritual kosmetik tahunan untuk dapat menutupi retak-retak persoalan sosial. Justru pada Momentum ini adalah cermin besar untuk mengevaluasi dan melihat wajah daerah kita apa adanya. Kita tidak boleh silau oleh angka-angka pertumbuhan ekonomi di atas kertas jika di dunia nyata, ketimpangan masih menganga. Kita tidak boleh cepat puas dengan deretan trofi penghargaan jika akses kesehatan, pendidikan, dan lapangan kerja masih menjadi barang mewah bagi sebagian warga di pelosok.

Sejatinya kemajuan sebuah daerah tidak dilihat dari banyaknya jumlah trofi penghargaan pemerintahan, melainkan seberapa sejahtera petani dan buruhnya, serta seberapa bersih udara dan air yang diwariskan ke generasi untuk masa depan. Pembangunan yang mengabaikan keadilan ekologis dan kemanusiaan bukanlah prestasi, melainkan utang peradaban yang sedang kita tumpuk.

Seperti pada tulisan saya beberapa pekan lalu.

Sampai hari ini Sulawesi Barat tentunya sudah banyak diperhadapkan dengan hal yang baru, sehingga pada umumnya kita dapat lebih dewasa lagi dalam mengawal berbagai kebijakan.

Begitu banyak perubahan yang dapat kita nilai, dan melihat sejauh mana perubahan itu membawa dampak kepada masyarakat.

tolak ukur dari majunya sebuah daerah secara umum adalah bagaimana indeks kesejahteraan masyarakat, yang didukung oleh pembangunan infrastruktur fisik.

Kita bisa melihat masih banyak dusun dan desa di Sulawesi Barat yang kesulitan akses listrik , jembatan layak, serta penghubung antar desa yang rusak parah.

Terjadinya kesenjangan ekonomi, dimana angka kemiskinan masih relatif tinggi dibandingkan rata-rata nasional, hal inilah yang memicu persepsi tertinggal dalam kesejahteraan.

Jarak tempuh ke fasilitas kesehatan yang jauh di daerah pedalaman menunjukkan keadilan sosial yang belum sepenuhnya dirasakan oleh semua masyarakat.

Menurutku ini adalah sektor khusus yang harus dibahas lebih dalam untuk Sulawesi Barat (Infrastruktur jalan, akses pendidikan, kesehatan, dan kondisi ekonomi).

Tingginya angka kemiskinan karena lemahnya hilirisasi nilai tambah komoditas pertanian dan perkebunan (seperti perlindungan harga petani sawit). Keterbatasan infrastruktur dasar akibat status kawasan hutan lindung, serta kekeringan yang melanda menjadi ancaman besar karena mitigasi ketersediaan air.

Ketergantungan daerah pada belanja pemerintah membuat penciptaan lapangan kerja berkualitas masih rendah, Komoditas lokal seperti perkebunan dan pertanian belum terhilirisasi dengan baik.

Sulawesi Barat masih harus banyak berbenah, visi misi untuk menggenjot kemajuan dan kesejahteraan masih jauh dari ruang ekspektasi pemenuhan kebutuhan persepsi masyarakat.

Masih banyak aspek dasar yang belum terpenuhi sehingga Sulawesi Barat masih jauh dikatakan belum merdeka secara infrastruktur, ekonomi, kesehatan, serta pendidikan.

Menaruh kritik di hari jadi bukanlah bentuk kebencian. Ini adalah bentuk cinta yang paling jujur, Kita mengkritik karena kita peduli, karena kita menolak melihat daerah ini berjalan di tempat atau bahkan mundur ke belakang. Warga bukan sekadar penonton di tribun yang bertepuk tangan saat perayaan, melainkan pemilik sah dari masa depan daerah ini.

Selamat ulang tahun SULAWESI BARAT Mari jadikan usia yang baru ini sebagai momentum untuk berbenah secara struktural, bukan sekadar bersolek secara kultural. Tugas kita bukan merawat kenyamanan penguasa, melainkan memastikan keadilan berjalan dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *