Kendari, Potretnusantara.co.id – Di bawah langit pagi yang masih menyimpan sisa embun, Ikatan Keluarga Alumni Universitas Sulawesi Tenggara (IKA Unsultra) menggelar kegiatan Jalan Sehat dalam rangka Reuni Akbar Unsultra 2026 di halaman MTQ Kota Kendari, Jalan Haji Abdullah Silondae, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Ahad (19/4/2026).
Perlahan, kawasan itu berubah menjadi lautan merah putih. Bukan sekadar hari libur, ia menjelma menjadi ruang temu kenangan, harapan, dan langkah-langkah yang kembali disatukan oleh almamater.
Kaos-kaos merah dan putih bertuliskan “Alumni Unsultra” membingkai kebersamaan itu. Mereka datang bukan hanya sebagai individu, melainkan sebagai fragmen dari sejarah panjang Universitas Sulawesi Tenggara yang kini berdenyut kembali dalam satu irama: jalan santai.
Suara sorak sorai mengalun pelan, seperti gelombang yang menepi ke pantai kenangan. Di tengah kerumunan, seorang pria berkaos merah berdiri tegak, menggenggam mikrofon, suaranya memecah pagi dengan khidmat.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Jalan Sehat Alumni Unsultra 2026 saya nyatakan dimulai!,” ucap Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, SE., MM., saat membuka kegiatan.
Sejenak waktu seperti menahan napas. Lalu bendera kotak-kotak merah putih terangkat, menjadi penanda dimulainya gerak bukan hanya langkah kaki, tetapi juga perjalanan rasa.
“Ya!” serentak terdengar, disusul tepuk tangan yang pecah seperti hujan pertama setelah kemarau panjang.
Di antara semangat yang mengalir itu, Ketua IKA Unsultra, Dr. Abdul Rahman, SH., MH, juga menyampaikan harapannya terhadap kegiatan tersebut.
“Melalui kegiatan reuni dan jalan sehat ini, kami ingin mempererat kembali tali silaturahmi antaralumni sekaligus membangun sinergi untuk berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah, khususnya Sulawesi Tenggara,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut.
“Kegiatan seperti ini bukan hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga memperkuat silaturahmi antaralumni. Ini adalah energi positif yang harus terus dijaga untuk membangun daerah kita bersama,” katanya.

Langkah-langkah pun mulai bergerak, menyusuri jalan yang sama, namun dengan cerita yang berbeda di setiap hati. Ada tawa yang terlepas, ada kenangan yang diam-diam kembali, dan ada harapan yang disematkan di setiap ayunan kaki.
Pagi itu, Kendari tidak hanya menjadi saksi sebuah kegiatan olahraga. Ia menjadi panggung kecil bagi persaudaraan yang tak lekang oleh waktu di mana merah putih bukan sekadar warna, melainkan denyut yang menyatukan.
Penulis: *Ikmal Saranani*













