Advertorial

Damkar Polman Jalankan Empat Misi dalam Sehari, dari Edukasi Siswa hingga Animal Rescue

×

Damkar Polman Jalankan Empat Misi dalam Sehari, dari Edukasi Siswa hingga Animal Rescue

Sebarkan artikel ini

Polewali Mandar, Potretnusanatara.co.id – UPTD Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menjalani hari yang padat dengan berbagai kegiatan pelayanan masyarakat pada Jumat (12/6/2026). Selain memberikan edukasi kepada siswa sekolah dasar, petugas pemadam juga terlibat dalam pembersihan drainase untuk mitigasi banjir, pengamanan kegiatan Jambore Pramuka, hingga mengevakuasi seekor biawak yang terjebak di sumur warga.

Kegiatan diawali dengan kunjungan edukasi dari puluhan siswa SD Negeri 16 Sarampu ke Markas Komando UPTD Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Polman di Patampanua, Kecamatan Matakali.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa diperkenalkan dengan profesi petugas pemadam kebakaran, klasifikasi api, peralatan penyelamatan (rescue tools), hingga tata cara menghadapi kondisi darurat tanpa panik. Mereka juga berkesempatan melihat secara langsung armada pemadam kebakaran.

Kegiatan edukasi ini bertujuan menanamkan kesadaran mitigasi kebakaran sejak usia dini sekaligus memperkenalkan tugas dan fungsi pemadam kebakaran kepada masyarakat.

Selain menerima kunjungan pelajar, personel Damkar Polman juga terlibat dalam kegiatan mitigasi banjir di Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali.

Sejak pagi, Regu C bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Pemerintah Kelurahan Madatte, aparat kecamatan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), serta masyarakat setempat melakukan gotong royong membersihkan saluran drainase yang tersumbat sampah dan endapan lumpur.

Untuk mempercepat proses normalisasi saluran air, armada pemadam kebakaran dikerahkan melakukan penyemprotan bertekanan tinggi (flushing) guna mengurai endapan lumpur yang sulit dibersihkan secara manual.

Kepala UPTD Pemadam Kebakaran Kabupaten Polewali Mandar, Imran, S.IP., M.M., mengatakan langkah tersebut merupakan upaya preventif untuk mengantisipasi banjir saat curah hujan tinggi.

“Kami sengaja membawa armada dan menerjunkan personel penuh hari ini untuk melakukan penyemprotan pada saluran air dan sungai kecil yang tersumbat lumpur padat. Dengan dorongan tekanan air dari mobil pemadam, sumbatan-sumbatan yang sulit digali secara manual bisa terurai dan bersih. Kami berharap setelah saluran kembali bersih, aliran air dapat berjalan normal sehingga kawasan tersebut lebih siap menghadapi curah hujan tinggi,” terang Imran, S.IP., M.M.

Imran juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah ke saluran air karena menjadi penyebab utama terjadinya penyumbatan drainase.

Pada sore hari sekitar pukul 15.00 WITA, personel Damkar Polman kembali bertugas di Lapangan Bumiayu, Kecamatan Wonomulyo, dalam rangka mendukung kegiatan Jambore Pramuka tingkat kabupaten.

Di hadapan ratusan peserta jambore, petugas memberikan materi pencegahan kebakaran, simulasi pemadaman api sederhana menggunakan kain basah, serta praktik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Melalui kegiatan tersebut, para anggota pramuka diharapkan memiliki pengetahuan dasar tentang keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.

Menjelang malam, Damkar Polman kembali menerima laporan adanya seekor biawak yang terjebak di dalam sumur milik warga di Desa Mambu Timur, Kecamatan Luyo.

Laporan diterima melalui WhatsApp pada pukul 17.15 WITA dari H. M. Nasir Rahmat. Personel Regu Damkar Wonomulyo kemudian berangkat menuju lokasi dan memulai proses evakuasi sekitar pukul 18.06 WITA.

Proses penyelamatan sempat mengalami kendala karena kedalaman sumur yang cukup ekstrem. Petugas harus menurunkan tangga portabel serta menggunakan mesin pompa pengisap air (Alcon) untuk mengurangi volume air di dalam sumur.

Setelah melakukan pemetaan posisi hewan, petugas berhasil mengevakuasi biawak sepanjang sekitar 82 sentimeter menggunakan tongkat penjepit khusus (snake tongs).

Satwa tersebut berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup dan selanjutnya diamankan di kandang transit sebelum dilepasliarkan kembali ke habitatnya yang jauh dari permukiman warga.

Usai evakuasi, petugas memberikan edukasi kepada warga agar menutup sumur dengan baik dan menjaga kebersihan lingkungan, termasuk mengelola sisa makanan rumah tangga dengan benar guna mencegah kedatangan satwa liar ke kawasan permukiman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *