Kendari, Potretnusantara.co.id – Bunda Literasi Kabupaten Konawe Selatan, Nurlita Jaya AS, S.Sos., M.Kes, menghadiri Festival Literasi Sulawesi Tenggara (Sultra) Tahun 2026 yang berlangsung di Kota Kendari pada 3–5 November 2026. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Konawe Selatan, Setia Ningsih Mangidi, S.TP., M.AP., bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Konawe Selatan, pada Selasa (3/11/2026).

Festival Literasi Sultra 2026 secara resmi dibuka oleh Bunda Literasi Provinsi Sulawesi Tenggara, Arinta Nila Hapsari Andi Sumangerukka, dengan mengusung tema “Literasi Kuat, Sultra Berkarya, Sejahtera Bersama”. Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat budaya baca, meningkatkan minat masyarakat terhadap literasi, serta mendorong pengembangan kreativitas dan pengetahuan.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Konawe Selatan turut berpartisipasi dengan menghadirkan stand pameran buku yang menyajikan beragam koleksi bacaan dan referensi, mulai dari budidaya, keterampilan, memasak, hingga bercocok tanam.
Stand pameran buku Kabupaten Konawe Selatan mendapat apresiasi dari Bunda Literasi Provinsi Sulawesi Tenggara, Arinta Nila Hapsari Andi Sumangerukka, saat melakukan kunjungan. Ia menilai koleksi buku yang ditampilkan sudah baik dan beragam sehingga memberikan banyak pilihan bagi masyarakat untuk memperoleh informasi sesuai kebutuhan dan minat masing-masing.
Menurutnya, keberagaman koleksi buku menjadi salah satu hal penting dalam mendukung fungsi perpustakaan sebagai pusat informasi dan pembelajaran masyarakat. Melalui berbagai referensi yang tersedia, masyarakat dapat mencari pengetahuan praktis untuk mengembangkan keterampilan maupun potensi ekonomi.
“Buku-buku yang ada di stand Konawe Selatan sudah bagus dan beragam. Ada buku tentang budidaya walet, memasak, keterampilan, menanam, dan berbagai bidang lainnya. Jadi, masyarakat yang datang tinggal memilih apa yang ingin mereka kembangkan. Mau memasak, mengasah keterampilan, atau belajar menanam, semuanya bisa mencari referensinya di perpustakaan,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa perpustakaan harus benar-benar menjadi tempat masyarakat mencari informasi dan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Perpustakaan betul-betul menjadi tempat orang mencari apa yang mereka butuhkan, tempat untuk belajar, menambah wawasan, dan menemukan inspirasi untuk mengembangkan potensi diri,” tambahnya.
Apresiasi tersebut menjadi dorongan bagi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Konawe Selatan untuk terus memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran masyarakat. Keberadaan koleksi buku yang beragam diharapkan tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam mengembangkan keterampilan, usaha, dan potensi ekonomi keluarga.
Kehadiran Bunda Literasi Kabupaten Konawe Selatan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, serta TP PKK dalam kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan budaya literasi, khususnya dalam lingkungan keluarga dan masyarakat.
Festival Literasi Sultra 2026 turut dimeriahkan dengan berbagai agenda, di antaranya gelar wicara, seminar literasi keuangan, seminar literasi hukum, lomba mewarnai, lomba menulis puisi, lomba baca puisi, lomba ranking 1, lomba bertutur, lomba vokal grup Mars Perpustakaan, pameran Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), serta bedah buku.
Melalui partisipasi dalam Festival Literasi Sultra 2026, Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan berharap perpustakaan semakin dikenal sebagai ruang belajar yang terbuka bagi semua kalangan, sekaligus menjadi sarana untuk meningkatkan pengetahuan, kreativitas, keterampilan, dan kesejahteraan masyarakat.
KENDARI – Bunda Literasi Kabupaten Konawe Selatan, Nurlita Jaya AS, S.Sos., M.Kes, menghadiri Festival Literasi Sulawesi Tenggara (Sultra) Tahun 2026 yang berlangsung di Kota Kendari pada 3–5 November 2026. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Konawe Selatan, Setia Ningsih Mangidi, S.TP., M.AP., bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Konawe Selatan, pada Selasa (3/11/2026).
Festival Literasi Sultra 2026 secara resmi dibuka oleh Bunda Literasi Provinsi Sulawesi Tenggara, Arinta Nila Hapsari Andi Sumangerukka, dengan mengusung tema “Literasi Kuat, Sultra Berkarya, Sejahtera Bersama”. Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat budaya baca, meningkatkan minat masyarakat terhadap literasi, serta mendorong pengembangan kreativitas dan pengetahuan.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Konawe Selatan turut berpartisipasi dengan menghadirkan stand pameran buku yang menyajikan beragam koleksi bacaan dan referensi, mulai dari budidaya, keterampilan, memasak, hingga bercocok tanam.
Stand pameran buku Kabupaten Konawe Selatan mendapat apresiasi dari Bunda Literasi Provinsi Sulawesi Tenggara, Arinta Nila Hapsari Andi Sumangerukka, saat melakukan kunjungan. Ia menilai koleksi buku yang ditampilkan sudah baik dan beragam sehingga memberikan banyak pilihan bagi masyarakat untuk memperoleh informasi sesuai kebutuhan dan minat masing-masing.
Menurutnya, keberagaman koleksi buku menjadi salah satu hal penting dalam mendukung fungsi perpustakaan sebagai pusat informasi dan pembelajaran masyarakat. Melalui berbagai referensi yang tersedia, masyarakat dapat mencari pengetahuan praktis untuk mengembangkan keterampilan maupun potensi ekonomi.
“Buku-buku yang ada di stand Konawe Selatan sudah bagus dan beragam. Ada buku tentang budidaya walet, memasak, keterampilan, menanam, dan berbagai bidang lainnya. Jadi, masyarakat yang datang tinggal memilih apa yang ingin mereka kembangkan. Mau memasak, mengasah keterampilan, atau belajar menanam, semuanya bisa mencari referensinya di perpustakaan,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa perpustakaan harus benar-benar menjadi tempat masyarakat mencari informasi dan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Perpustakaan betul-betul menjadi tempat orang mencari apa yang mereka butuhkan, tempat untuk belajar, menambah wawasan, dan menemukan inspirasi untuk mengembangkan potensi diri,” tambahnya.
Apresiasi tersebut menjadi dorongan bagi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Konawe Selatan untuk terus memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran masyarakat. Keberadaan koleksi buku yang beragam diharapkan tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam mengembangkan keterampilan, usaha, dan potensi ekonomi keluarga.
Kehadiran Bunda Literasi Kabupaten Konawe Selatan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, serta TP PKK dalam kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan budaya literasi, khususnya dalam lingkungan keluarga dan masyarakat.
Festival Literasi Sultra 2026 turut dimeriahkan dengan berbagai agenda, di antaranya gelar wicara, seminar literasi keuangan, seminar literasi hukum, lomba mewarnai, lomba menulis puisi, lomba baca puisi, lomba ranking 1, lomba bertutur, lomba vokal grup Mars Perpustakaan, pameran Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), serta bedah buku.
Melalui partisipasi dalam Festival Literasi Sultra 2026, Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan berharap perpustakaan semakin dikenal sebagai ruang belajar yang terbuka bagi semua kalangan, sekaligus menjadi sarana untuk meningkatkan pengetahuan, kreativitas, keterampilan, dan kesejahteraan masyarakat.

















