Konawe Selatan, Potretnusantara.co.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Konawe Selatan menggelar Apel Seremonial World Cleanup Day (WCD) Indonesia Tahun 2026 dengan mengusung tema “Aksi Bersih Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah”, Kamis (29/10/2026), bertempat di kawasan Gunung Tanea, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Konawe Selatan, Hasran Parenda, S.TP., M.AP., sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Apel seremonial tersebut menjadi momentum untuk menggerakkan partisipasi pemuda-pemudi dan masyarakat dalam aksi nyata pengelolaan sampah, khususnya di kawasan tempat pembuangan sampah liar Gunung Tanea. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperingati Hari Sumpah Pemuda serta mendukung target nasional Indonesia Bersih 2029 dan visi Kabupaten Konawe Selatan, Konsel SETARA (Sehat, Cerdas, dan Sejahtera).
Dalam arahannya, Hasran Parenda menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, S.Sos., M.Si., agar upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat.
“World Cleanup Day ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk membangun kesadaran dan menggerakkan aksi nyata dalam menjaga lingkungan. Ini sejalan dengan arahan Bapak Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, agar kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Hasran.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memulai perubahan dari diri sendiri, terutama dengan bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan setiap hari.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Konawe Selatan, khususnya generasi muda, untuk tidak membuang sampah sembarangan, membiasakan memilah sampah, serta mengelola sampah secara bertanggung jawab. Jangan hanya mengandalkan petugas kebersihan atau pemerintah. Setiap orang harus memiliki kesadaran bahwa sampah yang dihasilkannya merupakan tanggung jawabnya sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, dalam laporan Ketua Panitia, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) DLH Konawe Selatan, Besse Asis, S.Sos., M.AP., menyampaikan bahwa kegiatan WCD 2026 dilaksanakan sebagai upaya menggalang aksi kolektif pemuda dan masyarakat dalam memilah serta mengelola sampah, sekaligus membersihkan kawasan tempat pembuangan sampah liar di Gunung Tanea, Desa Tanea, Kecamatan Konda.
Besse menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki sejumlah tujuan strategis, di antaranya menumbuhkan pola hidup bersih dan berkelanjutan, mendukung percepatan target nasional Indonesia Bersih 2029 dan program Adipura Daerah, serta mewujudkan Kabupaten Konawe Selatan yang bersih, sehat, dan bebas dari sampah liar.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Konawe Selatan atas arahan dan dukungannya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup beserta jajaran, pemerintah Kecamatan Konda, pemerintah Desa Tanea, para relawan, serta masyarakat setempat yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Pelaksanaan World Cleanup Day 2026 ini melibatkan jajaran Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Konawe Selatan, pemerintah Kecamatan Konda, pemerintah Desa Tanea, relawan lingkungan, pemuda-pemudi, dan masyarakat setempat dengan semangat gotong royong.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan berharap kesadaran kolektif dalam pengelolaan sampah terus tumbuh dan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Semangat “Merdeka dari Sampah” diharapkan tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih, tetapi diwujudkan melalui perilaku nyata dalam menjaga lingkungan mulai dari rumah, tempat kerja, hingga ruang publik.
Dengan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, Konawe Selatan diharapkan semakin bersih, sehat, dan lestari, sejalan dengan semangat Konsel SETARA.
















