Pendidikan

Rektor Unsulbar Bantah Pelantikan BEM Tergesa-gesa: Justru Sudah Terlambat

×

Rektor Unsulbar Bantah Pelantikan BEM Tergesa-gesa: Justru Sudah Terlambat

Sebarkan artikel ini

Majene, PotretNusantara.co.id – Setelah sempat tertunda akibat dinamika internal pasca-Musyarawah Besar (Mubes), pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) akhirnya resmi dilantik. Rektor Unsulbar, Prof. Dr. Muhammad Abdy, S.Si., M.Si., menegaskan pelantikan tersebut bukan keputusan yang dilakukan secara tergesa-gesa, melainkan hasil dari proses mediasi dan kesepakatan bersama.

Pelantikan yang berlangsung di Aula Unsulbar, Majene, Sulawesi Barat, Sabtu (8/8/2026), dan dilakukan langsung oleh Rektor Unsulbar berdasarkan SK Nomor 0543/UN55/HK.03/2026 tentang Pengangkatan Tim Tracer Study Tahun 2026.

Saat dikonfirmasi tim PotretNusantara.co.id, Muhammad Abdy mengungkapkan pelantikan sempat ditunda karena adanya dinamika setelah Mubes yang digelar pada Desember lalu.

Menurut dia, saat itu terdapat perbedaan pandangan di antara sejumlah pihak dalam kepengurusan BEM. Pihak kampus kemudian melakukan mediasi hingga para pihak sepakat untuk kembali bersama dan merangkul seluruh unsur dalam kepengurusan BEM Universitas.

“Sebenarnya sudah lama ada dinamika sehingga pelantikannya kami tunda. Setelah Mubes di bulan Desember ada dinamika, ada yang seperti berseberangan. Tapi setelah kita mediasi agar mereka bersama-sama mengurus BEM Universitas,” kata Muhammad Abdy.

Ia menjelaskan, kepengurusan sebelumnya kemudian diperbaiki berdasarkan hasil pertemuan bersama seluruh BEM yang ada di Unsulbar pada 30 Juli 2026.

Dalam pertemuan tersebut, kata Abdy, seluruh pihak menyepakati agar seluruh unsur dirangkul dan SK kepengurusan sebelumnya diperbaiki.

“SK pertama itu kita revisi sesuai dengan kesepakatan waktu kita rapat pada tanggal 30 Juli 2026. Kami rapat dengan seluruh BEM yang ada, sepakat bahwa semua kita rangkul, kita perbaiki SK yang sudah ada,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, setelah proses revisi dilakukan, terdapat sejumlah anggota yang tidak lagi aktif dan keluar dari kepengurusan. Di sisi lain, beberapa anggota baru juga masuk.

Ia menegaskan, pihak kampus tidak mencampuri proses internal tersebut. Kampus hanya berperan sebagai pihak yang menjembatani penyelesaian dinamika yang terjadi.

“Mereka sendiri, kami tidak mencampuri. Kami hanya menjembatani saja,” tegasnya.

Terkait anggapan bahwa pelantikan dilakukan secara tergesa-gesa, Abdy justru menilai proses tersebut sudah terlambat. Menurutnya, BEM Universitas seharusnya sudah berjalan sejak awal tahun.

“Ini bukan dipaksakan. Justru ini sangat terlambat. Seharusnya mulai Januari ini sudah berjalan, sekarang sudah mau berakhir tinggal beberapa bulan karena bulan 12 sudah berakhir. Ini bukan dipaksakan lagi, tapi memang sudah harus dilantik,” katanya.

Selain persoalan pelantikan, Abdy berharap BEM Universitas yang baru dapat mengambil peran dalam mengoordinasikan organisasi dan kegiatan kemahasiswaan di lingkungan Unsulbar.

Menurutnya, selama ini berbagai kegiatan mahasiswa cukup banyak dilakukan, namun koordinasi antarkegiatan belum berjalan optimal karena belum adanya wadah yang berperan sebagai koordinator di tingkat universitas.

“Kami berharap ke depannya, karena BEM Universitas Sulawesi Barat ini tidak ada yang mengoordinir kegiatan-kegiatan kemahasiswaan. Kita banyak kegiatan kemahasiswaan, tetapi sepertinya antara satu kegiatan dengan kegiatan lainnya tidak terkoordinasi dengan baik karena tidak ada yang mengoordinir,” jelasnya.

Karena itu, ia berharap kepengurusan BEM Universitas yang baru dapat menjadi wadah koordinasi bagi organisasi-organisasi kemahasiswaan di Unsulbar.

“Kami berharap dengan adanya BEM Universitas yang baru ini tentu ada yang mengoordinir organisasi-organisasi kemahasiswaan yang ada di Unsulbar,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *