MAMUJU, POTRETNUSANTARA.co.id – Perkembangan teknologi digital membawa banyak kemudahan dalam kehidupan masyarakat. Namun, di balik manfaat tersebut, muncul berbagai bentuk kejahatan siber yang terus berkembang, salah satunya love scamming, yakni penipuan berkedok hubungan asmara di dunia maya.
Menyikapi fenomena tersebut, Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (KominfoSS) Provinsi Sulawesi Barat memperkuat upaya literasi digital sebagai langkah pencegahan agar masyarakat tidak menjadi korban kejahatan siber.
Kepala Dinas KominfoSS Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, mengatakan perkembangan teknologi digital ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi memudahkan komunikasi tanpa batas, tetapi di sisi lain membuka peluang munculnya berbagai modus kejahatan digital yang memanfaatkan kelengahan masyarakat.
Menurut Ridwan, upaya pencegahan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi lintas sektor untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman kejahatan di ruang digital.
“Yang mulai berkembang sekarang ini love scamming, ini perlu menjadi kewaspadaan kita bersama,” kata Ridwan, Kamis (6/8/2026).
Ia menjelaskan, love scamming merupakan bentuk penipuan daring yang dilakukan pelaku dengan menggunakan identitas palsu di media sosial maupun aplikasi kencan. Pelaku akan membangun komunikasi secara intensif, menciptakan kedekatan emosional, hingga memperoleh kepercayaan korban sebelum akhirnya meminta sejumlah uang dengan berbagai alasan.
Menurutnya, pola penipuan tersebut tidak hanya menyasar masyarakat di daerah perkotaan, tetapi juga mulai ditemukan di Sulawesi Barat.
“Ini sudah ada beberapa korban, bahkan di Sulbar. Ini harus menjadi pelajaran kita bersama. Jangan mudah mempercayai identitas maupun permintaan transfer dana dari pihak yang dikenal melalui media digital dan selalu melakukan verifikasi melalui kanal resmi,” ujarnya.
Ridwan menambahkan, penguatan literasi digital menjadi bagian dari komitmen Dinas KominfoSS Sulbar dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan ruang digital yang aman dan bertanggung jawab.
Upaya tersebut juga sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang meminta seluruh perangkat daerah menghadirkan perlindungan bagi masyarakat, termasuk dari ancaman kejahatan digital yang semakin beragam.















