Polewali Mandar, Potretnusanatara.co.id – Target pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat (SR) di Desa Sambaliwali, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, pada 15 September 2026 masih dibayangi pekerjaan pembangunan yang belum sepenuhnya rampung.
Progres pembangunan Sekolah Rakyat tersebut baru mencapai 92 persen. Artinya, masih terdapat sekitar 8 persen pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum fasilitas pendidikan itu dinyatakan siap digunakan.
Kepala Pelaksana Proyek Sekolah Rakyat Polman dari PT Hutama Karya (HK), Achmad Darozi, mengatakan pihaknya terus mengejar penyelesaian pekerjaan yang tersisa.
Hal itu disampaikan Achmad saat Pemerintah Kabupaten Polman melakukan pemantauan pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Sambaliwali, Kamis (10/9/2026).
“Pekerjaan yang tersisa sekitar 8 persen akan terus kita selesaikan,” kata Achmad.
Menurut dia, progres 92 persen tersebut mencakup sejumlah pekerjaan utama, mulai dari pasak keliling, struktur bangunan, hingga jalan akses menuju kawasan Sekolah Rakyat.
Sementara itu, beberapa fasilitas masih dalam tahap penyelesaian. Di antaranya pemasangan hidran kawasan dan kipas angin di sejumlah ruangan.
Untuk kebutuhan listrik, jaringan PLN disebut telah masuk ke kawasan sekolah. Tiang listrik juga telah terpasang, namun sambungan aliran listrik ke fasilitas di dalam kawasan masih dalam proses.
“Kalau pemasangan aliran listrik sudah masuk di SR, PLN sudah memasang tiang. Tinggal kita sambungkan aliran listriknya,” ujarnya.
Sekolah Rakyat tersebut terdiri atas sekitar 15 gedung dengan berbagai fungsi. Bangunan itu meliputi *guest house*, tiga gedung asrama, rusun guru, kantin, dapur, masjid, serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya.
Meski sebagian besar pekerjaan telah rampung, kesiapan Sekolah Rakyat untuk menerima siswa masih akan kembali dievaluasi.
Pemerintah daerah dijadwalkan melakukan pemantauan kembali pada 15 September 2026. Pemantauan tersebut akan menjadi salah satu dasar untuk melihat kesiapan fasilitas sekaligus menentukan pelaksanaan MPLS bagi siswa baru.
Achmad mengatakan pelaksanaan MPLS akan menyesuaikan dengan kondisi dan kesiapan lingkungan Sekolah Rakyat.
“Makanya disampaikan kepada pemerintah daerah yang hari ini melakukan pemantauan untuk kembali lagi di tanggal 15 September itu, memastikan kesiapan untuk pembukaan MPLS siswa baru Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Dengan demikian, meski progres pembangunan telah mencapai 92 persen, sejumlah pekerjaan teknis masih menjadi pekerjaan rumah sebelum Sekolah Rakyat Sambaliwali benar-benar siap difungsikan.
Pemerintah daerah dan pihak pelaksana kini berpacu dengan waktu untuk memastikan seluruh fasilitas pendukung tersedia sebelum siswa baru mulai memasuki lingkungan sekolah.(ifn)












