DaerahNewsPeristiwa

LBH GP Ansor Kota Bekasi Sampaikan Aspirasi Warga Sumur Batu, Aktivitas Mengaji Anak-Anak Disebut Terganggu Bau Tak Sedap

×

LBH GP Ansor Kota Bekasi Sampaikan Aspirasi Warga Sumur Batu, Aktivitas Mengaji Anak-Anak Disebut Terganggu Bau Tak Sedap

Sebarkan artikel ini

Bekasi, Potretnusantara.co.id – Warga RT 04 RW 02, Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, menyampaikan keluhan terkait dugaan gangguan lingkungan yang diduga berasal dari aktivitas usaha atau lapak di sekitar permukiman warga, Senin (15/6/2026).

Keluhan warga mencuat akibat bau tidak sedap yang disebut tercium secara terus-menerus dan dinilai sangat mengganggu kenyamanan lingkungan. Namun, di balik persoalan tersebut, warga menyoroti dampak yang dirasakan anak-anak di lingkungan setempat, khususnya terhadap kegiatan belajar mengaji.

Menurut keterangan warga, bau menyengat yang muncul kerap mengganggu konsentrasi dan kenyamanan anak-anak saat mengikuti kegiatan mengaji. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan karena aktivitas pendidikan keagamaan yang rutin dilakukan menjadi tidak berjalan secara optimal.

“Anak-anak yang sedang mengaji menjadi terdampak. Situasi seperti ini tentu memprihatinkan karena lingkungan belajar dan ibadah seharusnya nyaman,” demikian keluhan yang disampaikan warga.

Aspirasi masyarakat kemudian diteruskan melalui LBH GP Ansor Kota Bekasi kepada pihak Kelurahan Sumur Batu dan Kecamatan Bantar Gebang agar segera mendapat perhatian dan penanganan dari pemerintah.

Ketua LBH GP Ansor Kota Bekasi, Zaenudin, berharap pemerintah daerah dapat bergerak cepat menangani persoalan tersebut agar tidak berkembang menjadi persoalan sosial di tengah masyarakat.

“Pemerintah diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan ini secepatnya agar tidak terjadi konflik di masyarakat, serta tercipta lingkungan yang nyaman dan kondusif bagi warga,” ujar Zaenudin.

Warga berharap pemerintah setempat dapat melakukan peninjauan lapangan, pembinaan, serta langkah penanganan yang tepat terhadap pihak-pihak terkait, sehingga lingkungan permukiman kembali nyaman dan kegiatan belajar mengaji anak-anak dapat berlangsung dengan baik tanpa gangguan.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak pengelola usaha maupun instansi terkait mengenai dugaan yang disampaikan warga tersebut.

Penulis: S PNs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *