TNI

Kemarau Panjang Picu Ancaman Karhutla di Polman, Kodim Polman Gencarkan Pencegahan

×

Kemarau Panjang Picu Ancaman Karhutla di Polman, Kodim Polman Gencarkan Pencegahan

Sebarkan artikel ini

Polewali Mandar, Potretnusanatara.com – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut membuat jajaran Kodim 1402/Polman memperkuat upaya pencegahan dengan menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat.

Sejumlah Babinsa mendatangi wilayah binaannya, Senin (21/9/2026), untuk berdialog langsung dengan warga. Mereka mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama saat kondisi lahan mengering akibat kemarau.

Dandim 1402/Polman Letkol Inf Ikhwan Arifin mengatakan, kondisi kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino turut meningkatkan risiko kebakaran lahan dan hutan.

“Pengaruh El Nino saat ini sangat berdampak, terutama terhadap meningkatnya potensi kebakaran lahan dan hutan. Karena itu, kita terus melakukan langkah-langkah pencegahan,” kata Letkol Ikhwan.

Ia mengatakan, seluruh Danramil dan Babinsa telah diperintahkan untuk terus mengingatkan masyarakat di wilayah binaan masing-masing mengenai bahaya karhutla.

Menurutnya, kebakaran yang terjadi berulang tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga dapat berdampak terhadap kehidupan masyarakat.

“Kalau kebakaran lahan dan hutan terus terjadi, tentu dampaknya akan ke berbagai aspek, terutama kesehatan masyarakat dan perekonomian,” ujarnya.

Asap dari kebakaran dapat menurunkan kualitas udara dan mengganggu aktivitas masyarakat. Sementara lahan pertanian maupun perkebunan yang terbakar berpotensi menimbulkan kerugian bagi warga yang menggantungkan penghasilan dari sektor tersebut.

Tak hanya saat kemarau, Dandim juga mengingatkan dampak kerusakan lingkungan akibat kebakaran dapat berlanjut hingga musim penghujan.

“Ketika musim penghujan nanti, kita juga harus mewaspadai ancaman banjir dan tanah longsor. Karena itu, pencegahan harus dilakukan sejak sekarang,” jelasnya.

Untuk itu, Kodim 1402/Polman bersama jajaran Koramil akan terus melakukan langkah pencegahan melalui edukasi dan komunikasi langsung dengan masyarakat.

“Kita terus melakukan sosialisasi agar masyarakat memahami bahayanya dan bersama-sama menghindari terjadinya kebakaran lahan dan hutan,” pungkasnya.

Kodim 1402/Polman menilai pencegahan karhutla tidak cukup dilakukan setelah api muncul. Edukasi dan kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting untuk mencegah kebakaran sejak dini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *