TNI

Tiga Panti Asuhan di Sulbar Direhabilitasi TNI AD, Terbaru di Lapeo Polman

×

Tiga Panti Asuhan di Sulbar Direhabilitasi TNI AD, Terbaru di Lapeo Polman

Sebarkan artikel ini

Polewali Mandar, Potretnusanatara.co.id – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) telah merehabilitasi tiga panti asuhan di Sulawesi Barat (Sulbar). Terbaru, Panti Asuhan Ummahat Lapeo di Desa Lapeo, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), yang rampung dikerjakan selama 36 hari.

Bangunan panti asuhan di bawah naungan Yayasan Al Irsyad Polewali Mandar tersebut diresmikan langsung oleh Komandan Korem (Danrem) 142/Tatag, Brigjen TNI Hartono, Kamis (22/10/2026).

Rehabilitasi ini merupakan bagian dari program sosial TNI AD dalam membantu meningkatkan kelayakan fasilitas panti asuhan, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan tempat tinggal aman dan nyaman.

Danrem 142/Tatag, Brigjen TNI Hartono, mengatakan rehabilitasi tersebut merupakan tindak lanjut dari program Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang dilaksanakan melalui jajaran Korem dan Kodim dengan melibatkan masyarakat serta pemerintah daerah.

“Ini merupakan program dari TNI AD, dari Bapak Kasad yang ditindaklanjuti oleh Korem dan Kodim dalam proses perehaban dengan bekerja sama dengan masyarakat sekitar, termasuk pemerintah daerah,” kata Hartono.

Ia menjelaskan, Panti Asuhan Ummahat Lapeo merupakan lokasi ketiga yang telah mendapatkan bantuan rehabilitasi dari TNI AD di wilayah Sulawesi Barat.

Dari tiga panti asuhan yang telah direhabilitasi, dua di antaranya berada di Kabupaten Polewali Mandar, sementara satu lainnya di Kabupaten Majene.

“Yang sudah dilaksanakan rehabilitasi sudah ada tiga titik di antaranya Majene, di Polewali tahun lalu dan terakhir di Lapeo. Kita akan terus mengupayakan membantu panti-panti asuhan yang kondisinya perlu bantuan,” jelasnya.

Menurut Hartono, proses rehabilitasi Panti Asuhan Ummahat Lapeo berlangsung selama 36 hari kalender hingga akhirnya dapat diresmikan dan dimanfaatkan kembali oleh para penghuni panti.

Ia berharap perbaikan bangunan tersebut dapat memberikan kenyamanan sekaligus menciptakan lingkungan hunian yang lebih layak bagi anak-anak panti asuhan.

Hartono menegaskan, keterlibatan TNI AD dalam kegiatan sosial tidak hanya terbatas pada rehabilitasi panti asuhan, tetapi juga melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Untuk masalah yang berhubungan dengan kehidupan sosial, permasalahan sosial yang dialami masyarakat ini kita akan terus mengupayakan membantu semampu kita, termasuk program-program lainnya yang tidak seperti ini atau dalam bentuk TMMD dan lain-lain,” ujarnya.

Kendati demikian, Hartono mengaku belum dapat memastikan jadwal rehabilitasi panti asuhan berikutnya di Sulawesi Barat.

Meski belum memiliki jadwal pasti, pihaknya tetap berupaya melanjutkan program tersebut untuk membantu panti asuhan yang membutuhkan perbaikan fasilitas.

“Belum terjadwal, tapi insyaallah pasti ada,” katanya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Al Irsyad Polewali Mandar, Ahmad Saihu, mengapresiasi bantuan rehabilitasi yang diberikan TNI AD melalui Korem 142/Tatag.

Ia mengungkapkan, kondisi bangunan Panti Asuhan Ummahat Lapeo sebelumnya tidak layak huni sehingga membutuhkan perbaikan untuk menunjang aktivitas dan kenyamanan anak-anak yang tinggal di dalamnya.

Menurutnya, bantuan tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri bagi pengurus yayasan maupun penghuni panti asuhan karena kondisi bangunan kini telah diperbaiki.

“Terima kasih sudah merehabilitasi panti asuhan kami, dari pengurus sangat berterima kasih karena sebelumnya tidak layak huni. Alhamdulillah, dengan adanya rehabilitasi yang dilakukan oleh Danrem 142/tatag ini, kami mendapatkan kebahagiaan,” ungkapnya.

Peresmian Panti Asuhan Ummahat Lapeo turut dihadiri sejumlah unsur pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat setempat, di antaranya perwakilan Kejaksaan Negeri Polman, Kodim 1402/Polman, Kementerian Agama Kabupaten Polman, Polsek Campalagian, pemerintah Desa Lapeo, serta masyarakat sekitar.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *