Polewali Mandar, PotretNusantara.co.id – Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar menggelar Dialog Kinerja yang menghadirkan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri Wilayah Sulawesi Barat, Senin (10/8/2026).
Kegiatan yang digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Polewali Mandar tersebut dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dengan berkolaborasi bersama Densus 88 Antiteror Mabes Polri Wilayah Sulbar.
Dialog tersebut dipimpin Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, A. Mahadiana Djabbar, S.IP., M.Si., didampingi Kepala Badan Kesbangpol Polman, Hj. Asliah Rahim.
Kegiatan turut dihadiri para staf ahli bupati, para asisten, pimpinan perangkat daerah, para kepala bagian Setda serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, Kasatgas Densus 88 Antiteror Mabes Polri Wilayah Sulbar, AKBP Sopian Ansari, SH., hadir sebagai pemateri.
Asisten I A. Mahadiana Djabbar mengapresiasi pelaksanaan dialog tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Densus 88 atas kesediaannya berkolaborasi dengan pemerintah daerah melalui Kesbangpol dalam upaya melakukan deteksi dini terhadap penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme dan terorisme di Polewali Mandar.
“Ini merupakan kegiatan yang sangat kami apresiasi. Kami juga berterima kasih kepada Densus 88 atas kesediaan dan kolaborasinya bersama Pemerintah Daerah melalui Kesbangpol dalam melakukan deteksi dini terhadap paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme dan terorisme di Polewali Mandar,” kata Mahadiana.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Polman, Hj. Asliah Rahim, mengatakan kolaborasi antara Kesbangpol dan Densus 88 Antiteror Wilayah Sulbar telah lama dilakukan.
Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya mengantisipasi penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme dan terorisme sekaligus menjaga Polewali Mandar tetap aman dan kondusif.
“Kolaborasi kami dengan Densus 88 Antiteror Wilayah Sulbar sudah lama dilakukan dalam rangka mengantisipasi dan menciptakan Polewali Mandar yang aman serta tetap kondusif,” ujar Asliah.
Ia menambahkan, upaya tersebut juga diarahkan untuk mencegah berkembangnya paham IRET, yakni intoleransi, radikalisme, ekstremisme dan terorisme di tengah masyarakat.
Dalam pemaparannya, AKBP Sopian Ansari membahas upaya mencegah radikalisme dan kekerasan terhadap anak.
Ia juga mendorong adanya kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Dinas Pendidikan, Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), dalam upaya mencegah berkembangnya paham tersebut.
“Kita berharap adanya kolaborasi lintas sektor, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Sosial dan Dinas PMD, dalam mencegah berkembangnya paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme dan terorisme,” kata Sopian.
Sopian turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar melalui Bupati atas dukungan yang selama ini diberikan dalam menjaga Polewali Mandar tetap bebas dari paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme dan terorisme.
“Kami mengapresiasi Pemerintah Daerah Kabupaten Polewali Mandar melalui Bapak Bupati atas dukungannya selama ini dalam menjaga Polewali Mandar bebas dari paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme dan terorisme,” ujarnya. (ifn)















