Makassar, Potretnusantara.co.id – Dukungan terhadap program pemilahan sampah dari rumah terus menguat. Tokoh masyarakat (Tomas) Kecamatan Manggala, H. Sikki, mengajak seluruh warga untuk berpartisipasi aktif dalam memilah sampah sebagai langkah nyata mendukung upaya Pemerintah Kota Makassar mengatasi persoalan persampahan dan mencegah ancaman pencemaran lingkungan.
Menurut H. Sikki, gerakan memilah sampah bukan lagi sekadar imbauan, melainkan kebutuhan bersama untuk menjaga lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman bagi generasi saat ini maupun yang akan datang.
“Sudah saatnya seluruh masyarakat Makassar bersama-sama mendukung program pilah sampah dari rumah. Langkah sederhana ini memiliki dampak besar dalam mengurangi pencemaran lingkungan dan membantu pemerintah mengatasi persoalan sampah,” ujar H. Sikki, Selasa (4/8/2026).
Ia mengatakan, upaya pemilahan sampah di lingkungan masyarakat sebenarnya telah mulai dilakukan sejak sekitar tiga bulan lalu. Menurutnya, konsistensi warga menjadi kunci agar program tersebut memberikan hasil yang optimal.
“Program ini bukan hal baru bagi kami. Sekitar tiga bulan yang lalu sudah mulai dilakukan. Tinggal bagaimana kesadaran masyarakat terus ditingkatkan agar menjadi kebiasaan sehari-hari,” katanya.
H. Sikki menilai, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Dengan memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah, volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan dapat ditekan sekaligus meningkatkan potensi daur ulang.
“Kalau semua warga ikut memilah sampah dari rumah, beban pengelolaan sampah akan jauh lebih ringan. Ini adalah bentuk gotong royong kita untuk menyelamatkan Kota Makassar dari ancaman krisis lingkungan,” tuturnya.
Ia juga mengajak masyarakat menjadikan kebiasaan memilah sampah sebagai bagian dari gaya hidup yang peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Mari kita mulai dari rumah masing-masing. Jangan menunggu orang lain. Lingkungan yang bersih adalah tanggung jawab kita bersama, dan masa depan Kota Makassar bergantung pada kesadaran masyarakat hari ini,” pungkasnya.















