News

Bayi 6 Bulan Dibawa ke Aksi PNM Mekaar, Orang Tua: Kami Terpaksa

×

Bayi 6 Bulan Dibawa ke Aksi PNM Mekaar, Orang Tua: Kami Terpaksa

Sebarkan artikel ini

Polewali Mandar, PotretNusantara.co.id – Di tengah riuh orasi mahasiswa dan belasan korban dugaan pencairan fiktif dan penyalahgunaan Kartu Keluarga (KK) nasabah PNM Mekaar Wonomulyo, seorang bayi berusia enam bulan berada di antara massa aksi di depan Kantor DPRD Polewali Mandar, Selasa (4/8/2026).

Bayi perempuan itu dibawa oleh kedua orang tuanya, Panji Abd Mannang dan Nurlina, yang turut hadir menyuarakan tuntutan terkait penanganan dugaan pencairan fiktif dan penyalahgunaan Kartu Keluarga (KK) di PNM Mekaar Unit Wonomulyo.

Bagi pasangan suami istri tersebut, membawa bayi mereka ke lokasi aksi bukanlah pilihan yang diinginkan. Keduanya mengaku terpaksa membawa anak bungsu karena tidak ada orang yang dapat menjaganya di rumah.

“Dengan terpaksanya saya membawa anak bungsu saya ikut demo karena tidak ada yang bisa jaga di rumah,” tutur Nurlina.

Nurlina bersama suaminya tetap mengikuti jalannya aksi sambil bergantian menjaga anak mereka. Di tengah kerumunan massa yang menyampaikan aspirasi, bayi tersebut terlihat tenang meski berada di lokasi aksi.

Kondisi serupa juga terjadi saat aksi jilid I yang sebelumnya digelar di Kantor PNM Mekaar Unit Wonomulyo. Saat itu, bayi tersebut juga ikut bersama ibunya.

Kehadiran bayi di tengah aksi menjadi gambaran lain dari perjuangan warga yang datang menyampaikan tuntutan. Keterbatasan untuk meninggalkan anak di rumah membuat Panji dan Nurlina memilih tetap hadir bersama buah hati mereka.

Panji dan Nurlina bersama mahasiswa serta belasan korban berharap persoalan yang mereka suarakan mendapat perhatian dan penanganan dari pemerintah, khususnya DPRD Polewali Mandar dan Polres Polman.

Nurlina mengaku telah mempermasalahkan dugaan adanya pinjaman fiktif sejak dirinya masih mengandung anak bungsunya.

“Saya masih dalam kondisi hamil saat itu, sedangkan anak saya sudah berusia enam bulan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *