Parepare, Potretnusantara.co.id — Musyawarah Daerah (Musda) VII Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Parepare Masa Khidmat 2026–2031 menjadi momentum memperkuat sinergi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan umat di era digital. Berlangsung di Auditorium BJ Habibie, Parepare, Sabtu (25/7/2026) Musda mengangkat tema “Mempererat Sinergi Ulama, Umara, dan Umat untuk Parepare yang Terbaik, Sejahtera, dan Maju.”
Ketua Panitia Musda VII MUI Kota Parepare, Dr. H. Syaiful Mahsan, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa Musda diikuti utusan MUI dari empat kecamatan, perwakilan pondok pesantren, tokoh masyarakat, ulama, Dewan Pertimbangan, serta Dewan Pimpinan Harian MUI Kota Parepare masa khidmat 2021–2025.
Ia menjelaskan, Musda bertujuan mengevaluasi kinerja kepengurusan lima tahun terakhir, menetapkan program kerja dan kepengurusan baru masa khidmat 2026–2031, menyatukan pandangan dan langkah organisasi, sekaligus memperkuat peran MUI sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun kehidupan keagamaan di Kota Parepare.
Ketua Harian MUI Kota Parepare, Dr. H. Amin Iskandar, M.A., menegaskan bahwa MUI lahir bukan sekadar sebagai organisasi, tetapi sebagai rumah besar umat yang menghimpun para ulama, zuama, dan cendekiawan Muslim dalam menjalankan amanah sebagai khadimul ummah (pelayan umat) sekaligus shadiqul hukumah (mitra strategis pemerintah).
Menurutnya, derasnya arus globalisasi, perkembangan teknologi digital, tantangan moral generasi muda, hingga maraknya penyebaran informasi yang tidak benar menjadikan keberadaan MUI semakin penting sebagai penyejuk, pemersatu, dan pemberi arah bagi kehidupan umat.
“Musda ini jangan hanya menjadi forum memilih pengurus baru, tetapi harus melahirkan gagasan-gagasan besar, program yang membumi, dan semangat baru agar MUI semakin dekat dengan umat serta semakin responsif terhadap persoalan keumatan,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Parepare H. Tasming Hamid melalui sambutan yang dibacakan Sekretaris Kota Parepare, Amarun Agung Hamka, S.STP., M.Si., menegaskan bahwa Pemerintah Kota Parepare memandang MUI sebagai mitra utama dalam menjaga arah moral pembangunan daerah.
Menurutnya, pembangunan tidak cukup diukur dari hadirnya jalan, gedung, rumah sakit, maupun fasilitas publik lainnya, tetapi juga dari kualitas manusianya.
“Kita boleh memiliki kota yang semakin modern, tetapi jangan sampai kehilangan nilai. Kita boleh mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi jangan sampai meninggalkan keadilan dan kepedulian sosial,” demikian pesan Wali Kota.
Pemerintah Kota Parepare juga berkomitmen terus membuka ruang kolaborasi dengan MUI dalam penguatan pendidikan keagamaan, pembinaan generasi muda, ketahanan keluarga, literasi digital, pengembangan ekonomi umat, hingga penguatan kerukunan masyarakat. MUI diharapkan tidak hanya hadir saat diundang pemerintah, tetapi turut memberikan masukan sejak proses perumusan berbagai kebijakan strategis.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Umum MUI Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Dr. K.H. Muammar Bakry, M.A., menyampaikan salam dari Ketua Umum MUI Sulawesi Selatan yang berhalangan hadir karena menjalankan tugas pelayanan umat.
Ia kembali menegaskan tiga fungsi utama MUI, yakni sebagai pelindung umat, khadimul ummah (pelayan umat), dan shadiqul hukumah (mitra strategis pemerintah). Menurutnya, makna shadiqul hukumah bukan berarti membenarkan seluruh kebijakan pemerintah, melainkan memberikan nasihat, kritik, dan masukan yang objektif demi kemaslahatan bersama.
“MUI harus menjadi sahabat pemerintah yang jujur. Jika ada kebijakan yang perlu diperbaiki, maka itulah tugas MUI untuk mengingatkan dengan hikmah,” tegasnya.
Prof. Muammar juga menyoroti pentingnya kaderisasi ulama serta transformasi dakwah di era digital. Menurutnya, kehadiran ulama tidak lagi cukup melalui mimbar-mimbar masjid, tetapi juga harus aktif memanfaatkan media digital agar nilai-nilai Islam yang moderat dan menyejukkan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Musda VII MUI Kota Parepare diharapkan melahirkan kepengurusan yang amanah, solid, dan mampu memperkuat peran MUI sebagai perekat umat, mitra pemerintah, sekaligus penjaga moral pembangunan menuju Parepare yang religius, harmonis, maju, dan sejahtera. (BS)














