Polewali Mandar, Potretnusanatara.co.id – Dugaan pemalsuan data dalam kasus pencairan dana yang menyeret PNM Mekaar Unit Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar Polman, Sulawesi Barat, kembali menuai sorotan. Seorang nasabah, Nurlina, mengaku menemukan perbedaan data Kartu Keluarga (KK) miliknya yang diduga digunakan dalam administrasi PNM Mekaar.
Pengakuan tersebut disampaikan Nurlina setelah mengikuti aksi unjuk rasa di depan Kantor PNM Mekaar Unit Wonomulyo, Jumat (24/7/2026).
Nurlina mengatakan, KK asli miliknya mencantumkan nama suami, dua anak, serta satu anggota keluarga lainnya. Namun, ia mengaku menemukan dokumen dengan data berbeda yang diduga digunakan dalam administrasi PNM.
“Ditampilkannya itu, di kartu keluargaku, ada namanya suamiku sama anakku dua orang sama family lain satu,” ujar Nurlina kepada wartawan.
Menurut dia, dokumen yang diperlihatkan kepadanya justru hanya mencantumkan namanya seorang diri. Ia juga mengaku terkejut karena status perkawinan yang tercantum dalam dokumen tersebut tertulis sebagai cerai hidup.
“Tertera di situ di Kartu Keluargaku, saya mi sendiri namaku di situ Nurlina, statusku di situ cerai hidup,” ungkapnya.
Nurlina menyatakan keberatan atas perbedaan data tersebut. Ia menduga telah terjadi perubahan atau penyalahgunaan data pribadinya tanpa sepengetahuan dirinya.
“Keberatan ka dong, kurang ajar sekali memang itu pihak PNM-nya. Mauka tuntut, saya tidak terima dipalsukan sekali data-dataku,” bebernya.
Atas dugaan tersebut, Nurlina menyatakan berencana menempuh jalur hukum untuk mendapatkan kejelasan terkait asal-usul dan penggunaan dokumen yang menurutnya berbeda dengan data kependudukan miliknya.
Ketika ditanya mengenai pihak yang diduga melakukan perubahan data tersebut, Nurlina mengaitkannya dengan PNM Mekaar Unit Wonomulyo.
“Otomatis dari PNM dong,” tutupnya.














