Soppeng, Potretnusantara.co.id – Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap progres pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 64 Kabupaten Soppeng, Senin (13/7/2026). Sidak tersebut dilakukan bersama tim dari Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai target dan mendukung operasional Sekolah Rakyat secara nasional.
Dalam peninjauan itu, Bupati didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Soppeng, serta Kepala Sekolah SRT 64 Kabupaten Soppeng. Rombongan meninjau sejumlah fasilitas yang sedang dibangun sekaligus mengevaluasi progres pekerjaan agar seluruh sarana utama dapat difungsikan sesuai jadwal.
Pemerintah Kabupaten Soppeng menargetkan fasilitas utama SRT 64 siap digunakan pada 31 Juli 2026, bertepatan dengan dimulainya operasional Sekolah Rakyat secara serentak di 62 kabupaten/kota di Indonesia.
Fasilitas prioritas yang ditargetkan rampung meliputi dua asrama siswa, dua asrama guru, ruang kelas, masjid, gedung serbaguna, kantin, dan dapur. Adapun pembangunan fasilitas pendukung lainnya akan dilanjutkan setelah aspek keamanan dan kelayakan penggunaan dipastikan terpenuhi.
Belum selesainya seluruh fasilitas utama berdampak pada penundaan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan yang semula dijadwalkan pada 14 Juli 2026 itu dijadwalkan ulang menjadi 31 Juli 2026, menyesuaikan pedoman dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Sebanyak 370 peserta didik yang terdiri atas 270 siswa baru dan 100 siswa existing akan mengikuti rangkaian MPLS. Selain pengenalan lingkungan sekolah, para peserta juga akan menjalani Cek Kesehatan Gratis (CKG), DNA Talent, tes psikologi, serta berbagai kegiatan penyambutan yang melibatkan siswa existing sebagai bagian dari proses adaptasi.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Suwardi Haseng menegaskan percepatan pembangunan SRT 64 menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Soppeng. Ia menginstruksikan pelaksana proyek menerapkan sistem kerja dua shift selama 24 jam untuk mempercepat penyelesaian pembangunan tanpa mengurangi kualitas pekerjaan.
“Bagi kami, yang terpenting bukan hanya cepat selesai, tetapi juga memastikan seluruh fasilitas benar-benar aman, layak, dan nyaman digunakan oleh para peserta didik,” tegas Bupati.
Untuk memastikan target tercapai, Bupati menyatakan akan turun langsung ke lokasi pembangunan setiap dua hari sekali guna memantau perkembangan pekerjaan sekaligus memastikan sistem kerja 24 jam berjalan efektif.
Ia berharap seluruh fasilitas prioritas dapat diselesaikan tepat waktu sehingga Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 64 Kabupaten Soppeng dapat mulai beroperasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan Kementerian Sosial Republik Indonesia. Dengan kesiapan sarana yang optimal, kehadiran Sekolah Rakyat di Kabupaten Soppeng diharapkan mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, aman, dan nyaman bagi seluruh peserta didik.














