Palopo, Potretnusantara.co.id – Siang tadi sekitar pukul 14.00 WITA, Masjid Baitul Fadhilah di Kecamatan Mungkajang, Kelurahan Murante, mendadak kehilangan sesuatu yang tak pernah dibayangkan sebelumnya—sampai ia benar-benar hilang: “Alat Pengeras Suara”, Jum’at (24/4/2026).
Ironisnya, kehilangan itu bukan sekadar perkara benda. Ia mencuri satu bagian yang sangat vital. Kini yang tersisa hanya sunyi, dan seperti biasa, manusia baru sadar arti “suara” ketika ia tak lagi ada.
Salah seorang Pengurus Masjid sekaligus tokoh Pemuda setempat, Irwan, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Dengan nada getir ia mengungkapkan keprihatinannya.
“Bayangkan, ketika Jama’ah menunggu suara shalawat dari Masjid untuk sholat Ashar, ternyata Amplifier-nya sudah dicuri”, kesal Irwan, yang akrab disapa Iro’.
Laporan kejadian tersebut telah disampaikan ke pihak Kepolisian Polres Palopo. Tak berselang lama, aparat langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), termasuk pengambilan sidik jari.
“Kami belum menerima keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait hasil pemeriksaan sidik jari, semoga pelaku pencurian segera diketahui”, lanjut Iro’.
Di tengah hiruk-pikuk dunia yang makin gaduh oleh kepentingan, ada ironi kecil yang terjadi di sudut kota: sebuah Masjid yang kehilangan pengeras suaranya.
Entah siapa pelakunya. Tapi yang jelas, ada yang lebih hilang dari sekadar Amplifier: “Rasa hormat pada tempat yang seharusnya dijaga, bukan diambil diam-diam saat sepi”.
Penulis: S PNs














