Pemerintahan

Pemkab dan DPRD Konsel Dorong Pengembangan Pulau Lara Jadi Sektor Penopang PAD

×

Pemkab dan DPRD Konsel Dorong Pengembangan Pulau Lara Jadi Sektor Penopang PAD

Sebarkan artikel ini

Konawe Selatan, Potretnusantara.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) terus berupaya mengoptimalkan potensi sektor pariwisata sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi daerah.









Pengembangan sejumlah destinasi unggulan kini menjadi perhatian, termasuk Pulau Lara di Desa Wawatu, Kecamatan Moramo Utara (Morut), yang menyimpan potensi besar untuk menarik kunjungan wisatawan sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Langkah pengembangan tersebut mendapat dukungan Ketua DPRD Konawe Selatan, Hamrin S.Kom., M.AP. Hamrin menilai, sektor pariwisata memiliki peluang strategis untuk menjadi salah satu penopang pendapatan daerah apabila dikelola secara serius, terencana, dan berkelanjutan.

Menurut Hamrin, pemerintah daerah perlu semakin kreatif dalam menggali potensi lokal yang dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian. Salah satu langkah yang dinilai potensial adalah membenahi destinasi wisata, baik dari sisi daya tarik maupun ketersediaan sarana dan prasarana pendukung.

“Tentu kita sangat mendukung, karena kita berharap dari sektor pariwisata dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita,” ungkap Hamrin kepada awak media, Selasa (27/10/2026).

Politisi Partai Golkar Konsel itu secara khusus menyoroti Pulau Lara yang memiliki keunggulan dari sisi lokasi dan karakteristik alam. Berada di Desa Wawatu, destinasi ini relatif dekat dari Kota Kendari, dengan waktu tempuh sekitar 20–30 menit.

Menurutnya, keunggulan tersebut perlu dimanfaatkan melalui penataan kawasan wisata yang lebih baik agar mampu memberikan pengalaman berkesan bagi pengunjung.

“Pulau Lara ini jaraknya dari Kota Kendari hanya 20–30 menit. Potensi wisatanya luar biasa. Kita bagaimana berupaya agar wisata di Konsel memberikan kesan terbaik bagi pengunjung dengan pendekatan pengembangan objek wisatanya, termasuk sarana dan prasarana,” papar Hamrin.

Hamrin berharap Dinas Pariwisata Konsel dapat berkolaborasi dalam mendorong pengembangan Pulau Lara. Tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan, pengelolaan destinasi tersebut juga diharapkan membuka peluang usaha dan memperkuat ekonomi masyarakat di sekitarnya.

“Kami DPRD siap mendukung langkah itu agar potensi wisata ini dapat berkembang, kalau perlu dengan usaha ekonomi kreatif untuk pemberdayaan masyarakat sekitar,” jelas Hamrin.

Sebagai bentuk dukungan awal terhadap penataan destinasi dan upaya peningkatan pendapatan daerah, Hamrin bahkan mengeluarkan biaya pribadi untuk pembuatan pos retribusi.

Inisiatif tersebut menjadi dorongan awal agar pengelolaan Pulau Lara dapat ditata lebih baik. Adapun penerapan retribusi tetap perlu mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dukungan legislatif tersebut disambut positif Kepala Dinas Pariwisata Konsel, Hj. Arni, SE. Ia menilai Pulau Lara merupakan destinasi strategis yang layak dikembangkan karena memiliki daya tarik alam sekaligus akses yang relatif dekat dengan Kota Kendari.

“Pulau Lara ini dekat dengan Kota Kendari. Jadi memiliki potensi menarik pengunjung dari luar Kabupaten Konsel,” ungkap Hj. Arni.

Arni menjelaskan, pengembangan destinasi baru menjadi bagian penting dalam memperluas pilihan wisata di Konawe Selatan.

Selama ini, Air Terjun Moramo telah menjadi salah satu objek wisata yang dikenal masyarakat. Namun, penguatan destinasi lain seperti Pulau Lara diperlukan agar potensi pariwisata daerah semakin beragam dan memberikan kontribusi lebih luas terhadap PAD.

“Selama ini kan fokusnya objek wisata Air Terjun Moramo. Nah, untuk menambah pendapatan daerah kita maka perlu pengembangan objek wisata lain yang dapat membantu mendongkrak PAD,” jelas Arni.

KONAWE SELATAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) terus berupaya mengoptimalkan potensi sektor pariwisata sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi daerah.

Pengembangan sejumlah destinasi unggulan kini menjadi perhatian, termasuk Pulau Lara di Desa Wawatu, Kecamatan Moramo Utara (Morut), yang menyimpan potensi besar untuk menarik kunjungan wisatawan sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Langkah pengembangan tersebut mendapat dukungan Ketua DPRD Konawe Selatan, Hamrin S.Kom., M.AP. Hamrin menilai, sektor pariwisata memiliki peluang strategis untuk menjadi salah satu penopang pendapatan daerah apabila dikelola secara serius, terencana, dan berkelanjutan.

Menurut Hamrin, pemerintah daerah perlu semakin kreatif dalam menggali potensi lokal yang dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian. Salah satu langkah yang dinilai potensial adalah membenahi destinasi wisata, baik dari sisi daya tarik maupun ketersediaan sarana dan prasarana pendukung.

“Tentu kita sangat mendukung, karena kita berharap dari sektor pariwisata dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita,” ungkap Hamrin kepada awak media, Selasa (27/10/2026).

Politisi Partai Golkar Konsel itu secara khusus menyoroti Pulau Lara yang memiliki keunggulan dari sisi lokasi dan karakteristik alam. Berada di Desa Wawatu, destinasi ini relatif dekat dari Kota Kendari, dengan waktu tempuh sekitar 20–30 menit.

Menurutnya, keunggulan tersebut perlu dimanfaatkan melalui penataan kawasan wisata yang lebih baik agar mampu memberikan pengalaman berkesan bagi pengunjung.

“Pulau Lara ini jaraknya dari Kota Kendari hanya 20–30 menit. Potensi wisatanya luar biasa. Kita bagaimana berupaya agar wisata di Konsel memberikan kesan terbaik bagi pengunjung dengan pendekatan pengembangan objek wisatanya, termasuk sarana dan prasarana,” papar Hamrin.

Hamrin berharap Dinas Pariwisata Konsel dapat berkolaborasi dalam mendorong pengembangan Pulau Lara. Tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan, pengelolaan destinasi tersebut juga diharapkan membuka peluang usaha dan memperkuat ekonomi masyarakat di sekitarnya.

“Kami DPRD siap mendukung langkah itu agar potensi wisata ini dapat berkembang, kalau perlu dengan usaha ekonomi kreatif untuk pemberdayaan masyarakat sekitar,” jelas Hamrin.

Sebagai bentuk dukungan awal terhadap penataan destinasi dan upaya peningkatan pendapatan daerah, Hamrin bahkan mengeluarkan biaya pribadi untuk pembuatan pos retribusi.

Inisiatif tersebut menjadi dorongan awal agar pengelolaan Pulau Lara dapat ditata lebih baik. Adapun penerapan retribusi tetap perlu mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dukungan legislatif tersebut disambut positif Kepala Dinas Pariwisata Konsel, Hj. Arni, SE. Ia menilai Pulau Lara merupakan destinasi strategis yang layak dikembangkan karena memiliki daya tarik alam sekaligus akses yang relatif dekat dengan Kota Kendari.

“Pulau Lara ini dekat dengan Kota Kendari. Jadi memiliki potensi menarik pengunjung dari luar Kabupaten Konsel,” ungkap Hj. Arni.

Arni menjelaskan, pengembangan destinasi baru menjadi bagian penting dalam memperluas pilihan wisata di Konawe Selatan.

Selama ini, Air Terjun Moramo telah menjadi salah satu objek wisata yang dikenal masyarakat. Namun, penguatan destinasi lain seperti Pulau Lara diperlukan agar potensi pariwisata daerah semakin beragam dan memberikan kontribusi lebih luas terhadap PAD.

“Selama ini kan fokusnya objek wisata Air Terjun Moramo. Nah, untuk menambah pendapatan daerah kita maka perlu pengembangan objek wisata lain yang dapat membantu mendongkrak PAD,” jelas Arni.

KONAWE SELATAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) terus berupaya mengoptimalkan potensi sektor pariwisata sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi daerah.

Pengembangan sejumlah destinasi unggulan kini menjadi perhatian, termasuk Pulau Lara di Desa Wawatu, Kecamatan Moramo Utara (Morut), yang menyimpan potensi besar untuk menarik kunjungan wisatawan sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Langkah pengembangan tersebut mendapat dukungan Ketua DPRD Konawe Selatan, Hamrin S.Kom., M.AP. Hamrin menilai, sektor pariwisata memiliki peluang strategis untuk menjadi salah satu penopang pendapatan daerah apabila dikelola secara serius, terencana, dan berkelanjutan.

Menurut Hamrin, pemerintah daerah perlu semakin kreatif dalam menggali potensi lokal yang dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian. Salah satu langkah yang dinilai potensial adalah membenahi destinasi wisata, baik dari sisi daya tarik maupun ketersediaan sarana dan prasarana pendukung.

“Tentu kita sangat mendukung, karena kita berharap dari sektor pariwisata dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita,” ungkap Hamrin kepada awak media, Selasa (27/10/2026).

Politisi Partai Golkar Konsel itu secara khusus menyoroti Pulau Lara yang memiliki keunggulan dari sisi lokasi dan karakteristik alam. Berada di Desa Wawatu, destinasi ini relatif dekat dari Kota Kendari, dengan waktu tempuh sekitar 20–30 menit.

Menurutnya, keunggulan tersebut perlu dimanfaatkan melalui penataan kawasan wisata yang lebih baik agar mampu memberikan pengalaman berkesan bagi pengunjung.

“Pulau Lara ini jaraknya dari Kota Kendari hanya 20–30 menit. Potensi wisatanya luar biasa. Kita bagaimana berupaya agar wisata di Konsel memberikan kesan terbaik bagi pengunjung dengan pendekatan pengembangan objek wisatanya, termasuk sarana dan prasarana,” papar Hamrin.

Hamrin berharap Dinas Pariwisata Konsel dapat berkolaborasi dalam mendorong pengembangan Pulau Lara. Tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan, pengelolaan destinasi tersebut juga diharapkan membuka peluang usaha dan memperkuat ekonomi masyarakat di sekitarnya.

“Kami DPRD siap mendukung langkah itu agar potensi wisata ini dapat berkembang, kalau perlu dengan usaha ekonomi kreatif untuk pemberdayaan masyarakat sekitar,” jelas Hamrin.

Sebagai bentuk dukungan awal terhadap penataan destinasi dan upaya peningkatan pendapatan daerah, Hamrin bahkan mengeluarkan biaya pribadi untuk pembuatan pos retribusi.

Inisiatif tersebut menjadi dorongan awal agar pengelolaan Pulau Lara dapat ditata lebih baik. Adapun penerapan retribusi tetap perlu mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dukungan legislatif tersebut disambut positif Kepala Dinas Pariwisata Konsel, Hj. Arni, SE. Ia menilai Pulau Lara merupakan destinasi strategis yang layak dikembangkan karena memiliki daya tarik alam sekaligus akses yang relatif dekat dengan Kota Kendari.

“Pulau Lara ini dekat dengan Kota Kendari. Jadi memiliki potensi menarik pengunjung dari luar Kabupaten Konsel,” ungkap Hj. Arni.

Arni menjelaskan, pengembangan destinasi baru menjadi bagian penting dalam memperluas pilihan wisata di Konawe Selatan.

Selama ini, Air Terjun Moramo telah menjadi salah satu objek wisata yang dikenal masyarakat. Namun, penguatan destinasi lain seperti Pulau Lara diperlukan agar potensi pariwisata daerah semakin beragam dan memberikan kontribusi lebih luas terhadap PAD.

“Selama ini kan fokusnya objek wisata Air Terjun Moramo. Nah, untuk menambah pendapatan daerah kita maka perlu pengembangan objek wisata lain yang dapat membantu mendongkrak PAD,” jelas Arni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *