Polewali Mandar, Potretnusanatara.co.id – Antrean kendaraan mengular di SPBU 7491349 Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, Senin (7/9/2026). Kondisi tersebut terjadi di tengah kepanikan warga menyusul kabar kelangkaan BBM bersubsidi.
Terpantau, sejumlah warga bahkan harus datang sejak pagi untuk mendapatkan bahan bakar yang dibutuhkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Kondisi serupa bukan kali pertama terjadi di Polman. Kelangkaan BBM bersubsidi sebelumnya juga sempat terjadi di sejumlah SPBU beberapa bulan lalu. Situasi tersebut kembali membuat masyarakat resah, khususnya pengguna yang bergantung pada BBM untuk kebutuhan sehari-hari.
Salah satu warga, Sopyan, mengaku telah mengantre sejak pukul 07.30 Wita. Ia menyebut panjangnya antrean membuat aktivitasnya terganggu.
“Setengah delapan, Pak. Kalau begini agak susah karena aktivitas terganggu,” kata Sopyan, Senin (7/9/2026).
Ia berharap jumlah SPBU di Polewali Mandar, khususnya di Kecamatan Wonomulyo, dapat ditambah sehingga antrean panjang tidak terus berulang.
Pengawas SPBU Wonomulyo, Ardilla, saat dikonfirmasi wartawan mesakada.com, pasokan BBM untuk SPBU Wonomulyo tetap masuk setiap hari. Jumlah pasokan yang diterima dapat bervariasi sesuai kondisi distribusi.
“Yang jelas untuk pasokan SPBU Pertamina Wonomulyo, itu 24 ton per hari,” ujar Abdillah.
Ardilla juga menjelaskan bahwa pihak SPBU telah menerapkan pembatasan pembelian BBM bagi kendaraan untuk memaksimalkan ketersediaan pasokan.
Untuk kendaraan roda dua, pembelian dibatasi maksimal Rp100 ribu menggunakan barcode. Pengisian juga hanya dapat dilakukan satu kali dalam sehari.
Sementara kendaraan roda empat dibatasi pembelian sekitar Rp350 ribu hingga Rp450 ribu per hari.
“Motor-motor begitu, Rp100 ribu pengisiannya paling maksimal. Kita pembatasan pembelian, Pak. Kalau mobil mulai dari Rp350 ribu sampai Rp450 ribu. Kita maksimalkan itu di Rp450 ribu. Kan biasanya kalau mobil itu bisa ada Rp500 ribu,” tambahnya.
Di tengah sorotan terhadap aktivitas pelangsir yang diduga menjadi salah satu penyebab kelangkaan BBM di tingkat pengecer, Ardilla menyebut kendaraan roda dua jenis tander Suzuki sudah tidak diperbolehkan melakukan pengisian di SPBU Wonomulyo.
“Kalau tander di Wono itu sudah tidak masuk, Pak. Kalau semacam jenis motor tander, itu memang arahan dari Pertamina sudah tidak dilayani, Pak,” katanya.
Terkait kelangkaan BBM yang terjadi di tingkat pengecer, pihak SPBU menegaskan persoalan tersebut berada di luar kewenangan mereka.
“Kalau itu yang di penjual eceran kan di luar regulasi kami itu, Pak. Tapi coba konfirmasi langsung ke penjual eceran,” ujarnya.
Selain antrean panjang BBM bersubsidi, ketersediaan sejumlah BBM nonsubsidi di SPBU Wonomulyo juga mengalami kendala.
BBM jenis Pertamax dilaporkan sedang kosong. Sementara Pertamax Turbo belum dapat digunakan karena alat sensornya mengalami kerusakan dan masih dalam tahap perbaikan.(Ifn)




























