Pemerintahan

Aco Musaddad Serukan Keteladanan Rasulullah di Tengah Arus Modernisasi

×

Aco Musaddad Serukan Keteladanan Rasulullah di Tengah Arus Modernisasi

Sebarkan artikel ini

Polewali Mandar, Potretnusanatara.co.id – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Raudatullibin Madatte, Polewali Mandar, menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat agar tidak kehilangan akhlak di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi.

Pesan tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Polewali Mandar Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Aco Musaddad HM, saat mewakili Bupati Polewali Mandar sekaligus menyampaikan ceramah pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Mengangkat tema “Meneladani Kesederhanaan dan Kerendahan Hati Rasulullah SAW di Tengah Arus Modernisasi dan Globalisasi”, Aco mengajak masyarakat tidak menjadikan Maulid sekadar kegiatan seremonial.

Menurutnya, peringatan Maulid seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat akhlak sekaligus memperbaiki perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita boleh memiliki rumah yang besar, kendaraan yang bagus, ilmu yang luas dan jabatan yang tinggi. Tetapi jangan sampai semua itu membuat hati kita menjadi sempit dan merasa lebih tinggi daripada orang lain,” ujar Aco, Minggu (20/9/2026).

Ia mengatakan, Rasulullah SAW telah memberikan teladan tentang kepemimpinan yang tidak berorientasi pada kepentingan diri sendiri, melainkan pada pengabdian kepada umat dan keluarga.

Aco juga mengutip hadis riwayat Bukhari yang menggambarkan Rasulullah SAW sebagai sosok yang turut membantu pekerjaan keluarganya.

Dalam ceramahnya, Aco turut menyoroti tantangan masyarakat di era digital. Menurutnya, perkembangan teknologi harus berjalan beriringan dengan iman dan akhlak.

“Kita bisa mengejar likes, tetapi jangan lupa mengejar ridha Allah. Kita boleh membangun personal branding, tetapi jangan lupa membangun akhlak,” tegasnya.

Ia kemudian menekankan tiga lingkungan yang dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi, yakni masjid, rumah dan sekolah.

Menurut Aco, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga harus menjadi pusat pembinaan dan peradaban. Sementara rumah menjadi madrasah pertama bagi anak dan sekolah menjadi ruang untuk menyatukan ilmu, karakter serta akhlak.

“Anak-anak lebih mudah meniru daripada mendengar. Karena itu, keteladanan orang tua, guru, dan para pemimpin menjadi kunci pendidikan karakter,” katanya.

Aco juga mengingatkan masyarakat agar tidak menutup diri dari perkembangan zaman. Globalisasi, kata dia, harus dihadapi dengan tetap menjaga iman, budaya dan jati diri.

Generasi muda dinilai perlu dibekali ilmu, kemampuan berpikir kritis, akhlak serta keteladanan agar perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang memberikan kemaslahatan.

Menutup ceramahnya, Aco mengatakan keberhasilan peringatan Maulid tidak seharusnya hanya diukur dari kemeriahan kegiatan, tetapi dari perubahan perilaku setelah peringatan tersebut.

“Jangan sampai setelah Maulid yang tersisa hanya foto dan dokumentasi. Mari jadikan Maulid sebagai momentum memperbaiki salat, memperkuat keluarga, menghormati guru, peduli kepada sesama, dan meneladani akhlak Rasulullah SAW,” pungkasnya.

Ia berharap semangat Maulid Nabi dapat menjadi energi moral bagi masyarakat dalam membangun Polewali Mandar yang religius, berilmu dan berakhlak di tengah perubahan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *