Pendidikan

Mahasiswa KKN UHO Fasilitasi Pembuatan QRIS, UMKM Desa Lapasi-Pasi Siap Masuk Ekosistem Pembayaran Digital

×

Mahasiswa KKN UHO Fasilitasi Pembuatan QRIS, UMKM Desa Lapasi-Pasi Siap Masuk Ekosistem Pembayaran Digital

Sebarkan artikel ini

Kolaka Utara, Potretnusantara.co.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Berdampak Batch II Universitas Halu Oleo (UHO) melaksanakan program pengenalan sekaligus pendampingan pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Lapasi-Pasi, Kecamatan Lambai, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Selasa (4/8/2026).

Program tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN dalam mendorong percepatan digitalisasi UMKM sekaligus meningkatkan literasi keuangan digital masyarakat desa di tengah berkembangnya sistem pembayaran non-tunai di Indonesia.

Dalam kegiatan itu, mahasiswa memberikan edukasi kepada pelaku UMKM mengenai manfaat penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran yang praktis, cepat, aman, dan efisien. Melalui sistem ini, konsumen dapat melakukan transaksi menggunakan berbagai aplikasi dompet digital maupun layanan mobile banking tanpa harus membawa uang tunai.

Selain sosialisasi, mahasiswa KKN juga memberikan pendampingan secara langsung kepada pelaku usaha, mulai dari proses pendaftaran hingga penerbitan QRIS. Pendampingan tersebut bertujuan agar pelaku UMKM dapat segera memanfaatkan sistem pembayaran digital dalam menjalankan aktivitas usahanya.

Koordinator kegiatan menjelaskan bahwa penggunaan QRIS diharapkan mampu memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing UMKM di era ekonomi digital. Selain mempermudah proses transaksi, pembayaran digital juga dinilai dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap usaha yang dijalankan.

Program ini mendapat respons positif dari masyarakat, khususnya para pelaku UMKM di Desa Lapasi-Pasi. Mereka menilai pendampingan yang diberikan mahasiswa KKN menjadi solusi untuk mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan transaksi masyarakat yang semakin mengarah pada pembayaran digital.

“Dengan adanya QRIS, pelanggan menjadi lebih mudah melakukan pembayaran. Kami juga merasa usaha yang dijalankan lebih mengikuti perkembangan zaman,” ujar salah seorang pelaku UMKM setempat.

Melalui program kerja tersebut, Mahasiswa KKN Reguler Berdampak Batch II Universitas Halu Oleo berharap digitalisasi UMKM tidak hanya menjadi tren, tetapi menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Dengan semakin banyak pelaku usaha yang memanfaatkan QRIS, UMKM di Desa Lapasi-Pasi diharapkan mampu berkembang lebih maju, inklusif, serta memiliki daya saing yang lebih kuat di era ekonomi digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *