Konawe Selatan, Potretnusantara.co.id – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menggelar Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) bagi mahasiswa baru di Pasar Rakyat Potoro, Konawe Selatan, Jumat (11/9/2026).
Pelaksanaan PBAK di ruang publik tersebut menjadi bagian dari upaya kampus memperkenalkan lingkungan akademik sekaligus mendekatkan mahasiswa dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
Kegiatan dibuka oleh Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Dr. Basrin Melamba, M.A. Sejumlah pimpinan yayasan dan institut turut hadir, di antaranya Ketua Yayasan Al Asri, Marda, SKM., M.Si., serta Ketua Dewan Pembina Yayasan, Al Asri, S.Pd.I., M.Si.
Selain itu, hadir para wakil rektor, dekan fakultas, dan ketua program studi di lingkungan IAI Rawa Aopa. Mereka turut mendampingi mahasiswa baru selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Rektor IAI Rawa Aopa, Basrin Melamba, mengatakan pemilihan pasar sebagai lokasi PBAK dimaksudkan agar mahasiswa sejak awal dapat memahami kondisi masyarakat secara langsung.
“Mahasiswa tidak boleh terasing dari denyut nadi masyarakatnya. Pasar adalah laboratorium sosial dan ekonomi yang paling autentik untuk belajar memahami kehidupan nyata,” ujar Basrin dalam sambutannya.
Menurut Basrin, mahasiswa perlu memiliki kemampuan beradaptasi serta kepekaan dalam melihat peluang ekonomi di tengah perubahan dunia kerja. Karena itu, kegiatan di pasar diharapkan dapat menumbuhkan minat kewirausahaan sejak awal masa studi.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Al Asri, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., mengatakan mahasiswa perguruan tinggi keagamaan Islam juga perlu memiliki kepekaan terhadap potensi ekonomi di daerah.
“Konawe Selatan memiliki potensi sumber daya yang sangat besar. Sejak hari pertama di kampus ini, mahasiswa harus mulai berpikir kreatif untuk menciptakan nilai tambah ekonomi dari lingkungan sekitarnya,” tutur Al Asri di hadapan peserta PBAK.
Sementara itu, Ketua Yayasan Al Asri, Marda, SKM., M.Si., mengapresiasi pelaksanaan PBAK yang memadukan pembekalan akademik dengan pengamatan langsung terhadap aktivitas masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa baru tidak hanya menerima materi mengenai tata kelola akademik, pengenalan fakultas dan program studi, serta etika kemahasiswaan. Mereka juga diarahkan mengamati aktivitas ekonomi dan interaksi sosial yang berlangsung di Pasar Rakyat Potoro.
Mahasiswa juga berinteraksi dengan pelaku usaha mikro untuk mengetahui sejumlah persoalan yang dihadapi pedagang, seperti perubahan harga, akses permodalan, dan pemasaran produk.
Para dekan dan ketua program studi turut mendampingi diskusi kelompok mahasiswa. Fenomena yang ditemukan di lapangan kemudian dikaitkan dengan bidang keilmuan masing-masing, termasuk tarbiyah, syariah, dan ekonomi Islam.
Selain pembekalan akademik, rangkaian PBAK juga mencakup wawasan kebangsaan, moderasi beragama, serta pengenalan kehidupan kemahasiswaan. Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa baru dari berbagai program studi di lingkungan IAI Rawa Aopa.
Pelaksanaan PBAK di Pasar Rakyat Potoro menjadi bagian dari komitmen IAI Rawa Aopa untuk menghubungkan proses pendidikan tinggi dengan kondisi sosial masyarakat. Kampus mendorong mahasiswa agar tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu membaca persoalan dan potensi yang ada di lingkungan sekitar.
Rangkaian PBAK berlangsung hingga Minggu, 13 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan mahasiswa baru sebelum memasuki perkuliahan efektif semester ganjil.












