Makassar, Potretnusantara.co.id – Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, memberikan apresiasi kepada Pendamping Sumber Daya Manusia (SDM) Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Gowa, Muhammad Fadhil, atas keberhasilannya menjangkau, mendampingi, dan memfasilitasi tujuh anak dari keluarga penerima manfaat (KPM) hingga berhasil diterima sebagai peserta didik Program Sekolah Rakyat.
Apresiasi tersebut disampaikan saat Andi Iwan Darmawan Aras melakukan kunjungan kerja ke Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Provinsi Sulawesi Selatan di Jalan Pajjaiang No. 73, Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sabtu (1/8/2026).
Dalam kunjungan itu, Andi Iwan meninjau langsung perkembangan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Sulawesi Selatan, berdialog dengan para peserta didik, serta melihat secara langsung proses pendampingan yang dilakukan Pendamping PKH terhadap keluarga penerima manfaat.
Muhammad Fadhil dinilai berhasil menjalankan peran strategis sebagai pendamping sosial dengan menjangkau keluarga prasejahtera, melakukan asesmen terhadap calon peserta didik, memberikan edukasi kepada orang tua, mendampingi proses administrasi, hingga memastikan tujuh anak dari keluarga penerima manfaat PKH dapat mengikuti seluruh tahapan seleksi dan resmi diterima di Sekolah Rakyat.

Pada kesempatan tersebut, Muhammad Fadhil juga mendampingi orang tua dan wali dari ketujuh siswa untuk bertemu dengan putra-putri mereka di Aula SRT 3 Sulawesi Selatan. Pertemuan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 15.00 WITA itu menjadi momen silaturahmi sekaligus penguatan dukungan keluarga terhadap proses pendidikan anak-anak mereka.
Andi Iwan menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa Pendamping PKH tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga hadir sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah dalam memastikan hak pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat terpenuhi.
“Pendamping PKH memiliki peran yang sangat strategis dalam menjangkau masyarakat. Dedikasi yang ditunjukkan Muhammad Fadhil menjadi contoh bagaimana pendamping mampu menghadirkan perubahan nyata dengan membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera melalui Sekolah Rakyat,” ujar Andi Iwan.
Menurutnya, capaian tersebut tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui proses pendampingan yang berkesinambungan. Mulai dari mengidentifikasi calon peserta didik, melakukan sosialisasi kepada keluarga penerima manfaat, mendampingi seluruh proses administrasi, hingga membangun koordinasi dengan pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan.
Seluruh tahapan tersebut memungkinkan tujuh anak dari keluarga penerima manfaat PKH di Kabupaten Gowa berhasil memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat, sebuah program yang diinisiasi Kementerian Sosial RI untuk memperluas akses pendidikan sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Andi Iwan berharap keberhasilan Pendamping PKH Gowa tersebut dapat menjadi inspirasi bagi seluruh Pendamping SDM PKH di berbagai daerah agar terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta memperkuat dukungan terhadap program pemerintah di bidang pengentasan kemiskinan dan pembangunan sumber daya manusia.
Sementara itu, Muhammad Fadhil mengatakan keberhasilan mengantarkan tujuh anak KPM PKH ke Sekolah Rakyat merupakan hasil sinergi dan kolaborasi berbagai pihak yang memiliki komitmen bersama dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
“Keberhasilan ini bukan hasil kerja satu orang, melainkan buah kolaborasi antara Kementerian Sosial RI, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap masa depan anak-anak dari keluarga kurang mampu,” kata Muhammad Fadhil.
Ia menjelaskan, proses pendampingan dilakukan secara intensif mulai dari pendataan, pendekatan kepada keluarga, memastikan kelengkapan persyaratan administrasi, hingga mendampingi para calon peserta didik selama proses seleksi berlangsung.
Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi harapan baru bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk memperoleh pendidikan berkualitas tanpa terkendala kondisi ekonomi.
“Hadirnya Sekolah Rakyat, kami ingin setiap anak dari keluarga kurang mampu memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak dan mewujudkan cita-citanya. Pendamping PKH akan terus hadir mendampingi serta memastikan setiap anak yang memenuhi syarat mendapatkan akses terhadap layanan pendidikan,” tutup Muhammad Fadhil.














