AdvertorialDaerah

Mahasiswa dari 3 Negara Belajar Langsung di Soppeng, Bupati Suwardi: “Kami Terbuka untuk Kolaborasi Internasional”

×

Mahasiswa dari 3 Negara Belajar Langsung di Soppeng, Bupati Suwardi: “Kami Terbuka untuk Kolaborasi Internasional”

Sebarkan artikel ini

Soppeng, Potretnusantara.co.id – Kabupaten Soppeng kembali mencuri perhatian di tingkat internasional. Sebanyak 12 mahasiswa asing dari Korea Selatan, Thailand, dan India memilih Soppeng sebagai lokasi pembelajaran lapangan dalam program Nusantara International Summer Course on Public Health (NISCPH) 2026, yang digelar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin.

Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, SE, secara langsung menyambut para peserta di Rumah Jabatan Bupati, Selasa (30/6/2026). Kehadiran mahasiswa internasional ini menjadi bukti meningkatnya kepercayaan dunia akademik terhadap Kabupaten Soppeng sebagai laboratorium pembelajaran kesehatan masyarakat.

Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan Problem Based Learning (PBL) yang dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam memahami sistem pelayanan kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya di Kabupaten Soppeng.

Ketua rombongan, Prof. Anwar Mallongi, SKM., MSc., Ph.D., selaku Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi, dan Alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Soppeng atas sambutan yang diberikan kepada seluruh peserta.

Ia menjelaskan, rombongan terdiri atas mahasiswa Universitas Hasanuddin bersama 12 mahasiswa internasional yang berasal dari Korea Selatan (6 orang), Thailand (5 orang), dan India (1 orang). Selama dua hari, para peserta akan melakukan pembelajaran lapangan dengan mengamati langsung implementasi pelayanan kesehatan masyarakat di berbagai fasilitas kesehatan di Soppeng.

“Melalui program ini, mahasiswa akan memperoleh pengalaman nyata mengenai pelaksanaan program kesehatan di tingkat daerah, mulai dari pelayanan di posyandu hingga puskesmas, sekaligus memahami bagaimana sistem kesehatan masyarakat diterapkan,” ujar Prof. Anwar.

Adapun lokasi pembelajaran lapangan mencakup Desa Ganra, Kelurahan Kaca, Kelurahan Manorang Salo, Desa Lalabata Riaja, dan Desa Pesse. Di lokasi tersebut, para mahasiswa akan berinteraksi langsung dengan masyarakat serta mempelajari berbagai program kesehatan berbasis komunitas.

Sementara itu, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE, menyampaikan rasa bangga atas dipilihnya Kabupaten Soppeng sebagai lokasi pembelajaran bagi mahasiswa internasional. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, kesehatan, dan pertukaran ilmu pengetahuan.

“Pemerintah Kabupaten Soppeng senantiasa terbuka terhadap berbagai kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat maupun dunia pendidikan. Kami berharap para mahasiswa dapat memperoleh pengalaman yang berharga selama berada di Soppeng, sekaligus mengenal lebih dekat potensi daerah yang kami miliki,” ungkap Bupati.

Bupati juga mengimbau seluruh peserta agar berkoordinasi dengan instansi terkait selama pelaksanaan kegiatan sehingga proses pembelajaran di lapangan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal.

Kunjungan ini diharapkan semakin mempererat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Soppeng dengan kalangan akademisi, sekaligus memperkenalkan praktik pelayanan kesehatan masyarakat di Soppeng kepada dunia internasional. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring kerja sama global sekaligus mengangkat citra Kabupaten Soppeng sebagai daerah yang terbuka terhadap inovasi, pendidikan, dan kolaborasi lintas negara.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Soppeng, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng, serta Direktur RSUD Latemmamala Kabupaten Soppeng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *