Majene, Potretnusanatara.co.id – Aliansi Solidaritas Perjuangan Mahasiswa Majene (SPMM) menggelar unjuk rasa di Tugu Pahlawan, Kabupaten Majene, Sulewasi Barat, Senin (15/6/2026).
Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi SPMM melakukan Long March yang dimulai dari titik kumpul Stadion Prasamya Mandar Majene menuju titik aksi.
Gilang, Jendral Lapangan, dalam orasinya menegaskan bahwa gelombang gerakan yang terbangun dalam aksi tersebut sebagai respon terhadap situasi nasional maupun situasi lokal yang dihadapi oleh masyarakat.
Kata dia, situasi nasional menunjukkan bahwa pemerintah pusat semakin menunjukkan kekuasaannya ditengah penderitaan rakyat Indonesia. Lebih lanjut, dibawah rezim Prabowo-Gibran penggunaan Anggaran APBN dinilai pemborosan yang diperuntukkan untuk program strategis pemerintah pusat.
“Gerakan yang terbangun hari ini adalah respon kita pada situasi nasional, bahkan situasi Majene hari ini. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menggunakan Anggaran yang banyak namun dalam prakteknya terdapat beberapa siswa-siswi yang mengalami keracunan,” kata Gilang dalam orasinya.
Selain, merespon situasi nasional SPMM juga mengangkat beberapa persoalan yang terjadi di Sulawesi Barat khususnya Kabupaten Majene. Menurut Massa Aksi, persoalan pendidikan di Sulawesi Barat masih menjadi persoalan yang krusial serta menjadi tantangan pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah.
Massa aksi, mendesak pemerintah segera menuntaskan persoalan Angka Putus Sekolah (ATS) dan Angka Putus Sekolah (APS) di Sulawesi Barat. Berdasarkan data tahun 2025-2026, ATS dan APS di Sulawesi Barat berjumlah kisaran 35.000 anak.
“Hingga saat ini pemerintah belum maksimal dalam menuntakan Angka Tidak Sekolah (ATS) dan Angka Putus Sekolah (APS) di Sulewasi Barat, 35.000 anak bukan angka yang sedikit,” tegas salah seorang massa aksi.
Selain itu, Massa juga menyoroti persoalan tambang di Sulawesi Barat yang mengancam ruang hidup masyarakat. SPMM mendesak pemerintah untuk menghentikan operasi Tambang di Desa Banua Adolang, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene. Menurut Massa, tambang tersebut menjadi ancaman bagi masyarakat apabila tidak segera dihentikan.
Dalam aksinya, Aliansi Solidaritas Mahasiswa Majene (SPMM) membawa beberapa tuntutan Nasional maupun Daerah sebagai respon terhadap gerakan nasional “Reformasi jilid II” sebagai berikut:
Tuntutan nasional:
1. Evaluasi program MBG
2. Hentikan Pemborosan APBN
3. Hentikan militerisme di rana sipil
4. Turunkan harga sembako & BBM
5. Wujudkan pemerataan akses pendidikan
6. Hentikan program kopdes yang merugikan rakyat
7. Cabut UU Polri yang mengancam demokrasi
8. Tuntaskan kemiskinan ekstrim
Tuntutan Daerah:
1. Bebaskan kawan kami
2. Tolak tambang yang merusak lingkungan Sulawesi Barat
3. Tuntaskan persoalan ATS/APS
4. Evaluasi penetapan kawasan hutan lindung yang merugikan masyarakat
5. Selesaikan persoalan pelayanan RSUD Majene
6. Tuntaskan konflik penyegelan SLB
7. Hentikan kekerasan terhadap perempuan dan kelompok rentan di Sulawesi Barat.














