News

Maulid Nabi di Masjid Al-Ikhlas Desa Makkuaseng, Pemdes Dorong Generasi Muda Perkuat Akhlak dan Gotong Royong

×

Maulid Nabi di Masjid Al-Ikhlas Desa Makkuaseng, Pemdes Dorong Generasi Muda Perkuat Akhlak dan Gotong Royong

Sebarkan artikel ini

Kolaka Utara, potretnusantara.co.id – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Ikhlas, Desa Makkuaseng, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Kolaka Utara, menjadi momentum bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan, akhlak generasi muda, serta semangat persatuan dan gotong royong.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Camat Batuputih, Asdar, yang mewakili Camat Batuputih, anggota Polsek Batuputih, serta ibu-ibu Majelis Taklim dari Desa Mosiku dan Desa Makkuaseng yang diketuai Umi Nursakina.





Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut menambah kekhidmatan pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Ikhlas, Jumat (28/8/2026).

Dalam sambutannya, Kepala Desa Makkuaseng, Herman, menekankan bahwa persatuan dan gotong royong merupakan kekuatan utama dalam membangun desa. Ia juga mengajak para orang tua dan remaja menjadikan akhlak Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

“Persatuan dan gotong royong adalah modal utama untuk membangun desa yang maju dan sejahtera. Oleh karena itu, saya menghimbau kepada seluruh orang tua dan para remaja desa kawasan untuk menjadikan akhlak Nabi sebagai benteng utama. Manfaatkan kegiatan keagamaan ini sebagai wadah pembentukan karakter yang positif,” ujarnya.

Herman juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam menjaga generasi muda dari berbagai pengaruh negatif yang dapat mengganggu masa depan mereka.

“Jangan biarkan generasi penerus desa kita ini terpengaruh oleh hal-hal negatif yang merusak masa depan. Semoga momentum Maulid Nabi ini mampu mencetak generasi muda yang cerdas, berakhlak mulia dan berbakti kepada orang tua dan desanya,” katanya.

Selain menyoroti pembentukan karakter generasi muda, Herman mengajak masyarakat bersama-sama menjaga ketenteraman dan kebersihan lingkungan desa. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut.

“Mari kita jaga ketentraman dan kebersihan desa tercinta ini demi kebaikan bersama. Terima kasih kepada segenap panitia yang sudah bekerja keras. Semoga lelah bapak ibu saudara saudara sekalian dicatat sebagai amal ibadah oleh Allah Subhana Wata’ala, Amin Amin,” harapnya.

Sementara itu, Sekretaris Camat Batuputih, Asdar, yang mewakili Camat Batuputih, menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW harus menjadi momentum untuk meneladani kehidupan Rasulullah sebagai sosok yang membawa rahmat bagi seluruh alam.

“Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Nabi yang diturunkan Allah SWT sebagai rahmatan lil alamin. Nabi yang menjadi panutan kita semua baik dari segi akhlak maupun salat atau ibadahnya,” katanya.

Asdar juga mengajak masyarakat, khususnya kaum laki-laki, untuk memakmurkan masjid dan memanfaatkan fasilitas keagamaan yang telah dibangun pemerintah sebagai pusat ibadah sekaligus pembinaan kehidupan sosial masyarakat.

“Olehnya itu saya menghimbau kepada jamaah khususnya laki-laki. Pemerintah, pemerintah telah membangunkan kita masjid tempat kita melakukan ibadah kepada Allah” ujarnya

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Ikhlas, Desa Makkuaseng, tidak hanya menjadi kegiatan seremonial keagamaan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan penguatan kebersamaan masyarakat.

Kehadiran pemerintah desa, unsur kepolisian, tokoh masyarakat, serta majelis taklim menunjukkan semangat bersama dalam menjaga kehidupan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.

Momentum tersebut diharapkan dapat terus mendorong masyarakat Desa Makkuaseng untuk menghidupkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW, khususnya akhlak mulia, kepedulian terhadap sesama, persatuan, kebersihan, dan semangat gotong royong.

Di tengah tantangan pembentukan karakter generasi muda, pesan yang disampaikan dalam peringatan Maulid Nabi tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan desa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas akhlak, persatuan, dan kepedulian masyarakatnya.















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *