Kolaka Utara, Potretnusantara.co.id – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di SMA Negeri 1 Pakue Utara menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, akhlak, dan karakter peserta didik, Kamis (27/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kepala SMA Negeri 1 Pakue Utara, Hasim, menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh kecerdasan dan penguasaan ilmu pengetahuan.
Menurut Hasim, ilmu pengetahuan tetap menjadi bagian penting dalam pendidikan. Namun, ilmu harus diimbangi dengan iman dan karakter agar dapat melahirkan pribadi yang mampu memberikan manfaat bagi sesama.
“Perlu diingat bahwa menjadi orang pintar itu penting, tetapi jauh lebih penting untuk menjadi orang yang beriman dan berkarakter,” ujar Hasim.
Ia menilai kecerdasan tanpa karakter belum tentu mampu mengarahkan seseorang menggunakan ilmu yang dimilikinya untuk kebaikan. Karena itu, pendidikan di sekolah, kata dia, harus berjalan seimbang antara pengembangan intelektual dan pembentukan akhlak peserta didik.

“Orang pintar atau berilmu belum tentu menjadi orang yang baik. Namun, orang yang beriman dan memiliki karakter mulia seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW pasti akan menjadi manusia yang bermanfaat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Hasim juga mengajak para peserta didik menjadikan Rasulullah Muhammad SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, keteladanan Nabi memiliki relevansi kuat dalam membentuk karakter generasi muda karena Rasulullah SAW merupakan sosok yang dikenal memiliki kemuliaan akhlak, baik dalam hubungan dengan manusia maupun makhluk lainnya.
“Mengapa meneladani Nabi itu sangat penting? Karena beliau adalah manusia yang sangat mulia, dan Allah sendiri yang mengatakannya,” tutur Hasim.
Ia menjelaskan, kemuliaan Rasulullah SAW tercermin dalam berbagai sifat utama, seperti kejujuran, amanah, kerendahan hati, serta kasih sayang terhadap sesama dan seluruh makhluk ciptaan Allah SWT.
Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, tidak seharusnya berhenti pada peringatan Maulid Nabi sebagai kegiatan seremonial tahunan. Sebaliknya, nilai keteladanan Rasulullah SAW perlu diwujudkan dalam perilaku nyata, terutama di lingkungan sekolah.
Sikap jujur, amanah, rendah hati, saling menghormati, dan peduli terhadap sesama dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan budaya sekolah yang positif sekaligus membentuk peserta didik yang berkarakter.

“Nilai-nilai inilah yang harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan sekolah,” tegasnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di SMA Negeri 1 Pakue Utara diharapkan tidak sekadar menjadi agenda keagamaan tahunan, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi seluruh warga sekolah untuk memperkuat pendidikan karakter.
Melalui keteladanan Rasulullah SAW, peserta didik diharapkan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga kokoh dalam iman, luhur dalam akhlak, dan mampu memberikan manfaat bagi keluarga, sekolah, masyarakat, serta lingkungan sekitarnya.
“Nilai-nilai inilah yang harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan sekolah,” tegas Hasim.




























