Pendidikan

Satu Lagi Bacalon Rektor UNM Nyatakan Siap Mendaftar, Andi Baetal Mukadas Serukan Pemilihan Tanpa Pengkotakan

×

Satu Lagi Bacalon Rektor UNM Nyatakan Siap Mendaftar, Andi Baetal Mukadas Serukan Pemilihan Tanpa Pengkotakan

Sebarkan artikel ini

Makassar, Potretnusantara.co.id – Persaingan menuju pemilihan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2027–2031 mulai mencuat. Salah satu nama yang menyatakan kesiapan untuk mendaftar sebagai bakal calon rektor (bacalon) adalah Dr. Andi Baetal Mukadas, S.Pd., M.Sn., dosen Fakultas Seni dan Desain UNM.

Andi Baetal Mukadas merupakan kelahiran Bone, 19 Mei 1968. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di UNM pada 2000, magister di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta pada 2003, dan doktor di Universitas Negeri Semarang (Unnes) pada 2018.





Selain latar belakang akademik, Andi memiliki pengalaman organisasi dan kepemimpinan yang cukup panjang. Sejak mahasiswa, ia pernah menjabat Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat FPBS IKIP Ujung Pandang periode 1990–1993.

Ia juga tercatat sebagai Ketua Umum Sanggar Seni Matahari Makassar sejak 1993 hingga sekarang, Ketua Umum Lembaga Seni Budaya Muhammadiyah Makassar periode 2005–2010, serta Sekretaris Lembaga Budaya Muhammadiyah Sulawesi Selatan periode 2007–2010.

Di lingkungan akademik, Andi pernah menjadi Ketua Program Studi Seni Rupa FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar. Ia juga pernah menjabat Sekretaris Umum IKA Seni UNM periode 2018–2022 serta Sekretaris Umum Lembaga Seni Budaya dan Olahraga Pimpinan Muhammadiyah Sulawesi Selatan periode 2015–2020.

Pengalaman kepemimpinannya juga mencakup posisi Ketua Umum Mahasiswa FBS UNM pada 2007–2009. Selain itu, ia tercatat aktif di sejumlah organisasi sebagai pembina.

Dalam konteks kontestasi pemilihan Rektor UNM 2027–2031, Andi berharap proses demokrasi di lingkungan kampus berjalan secara baik dan mengedepankan kebersamaan.

“Mari membangun UNM dengan semangat kebersamaan, tanpa ada pengkotak-kotakan,” ujar Andi, Kamis (27/8/2026).

Ia juga berharap para pemilik hak suara dapat menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan pribadi dan hati nurani, tanpa dipengaruhi kepentingan tertentu.

“Saya berharap ke depan semua yang memiliki hak suara lebih mempercayai hati nuraninya daripada pikiran orang lain dalam menentukan pilihannya,” katanya.

Andi turut mengingatkan agar proses pemilihan tidak dipengaruhi oleh iming-iming jabatan. Menurut dia, hal tersebut dapat mengganggu objektivitas dalam menentukan pilihan.

“Jangan terpengaruh dengan janji jabatan, karena itu merusak pikiran,” ujarnya, mengutip lirik atau pesan yang dikenal dari penyanyi Rhoma Irama.

Sementara itu, Prof. Dr. Sukardi Weda menjadi salah satu figur yang lebih dahulu menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai bakal calon Rektor UNM periode 2027–2031.

Sukardi membawa gagasan menjadikan UNM sebagai World Class University Leader, salah satunya melalui penerapan Malcolm Baldrige National Quality Award (MBNQA) sebagai instrumen penjaminan mutu yang diakui secara internasional.

Sukardi juga mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam kontestasi pemilihan rektor untuk menjaga suasana kompetisi tetap sehat.

Ia menekankan pentingnya kompetisi yang beradab, demokratis, sportif, serta menjunjung nilai-nilai sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge.

Kontestasi pemilihan Rektor UNM periode 2027–2031 pun diperkirakan akan menjadi momentum penting bagi sivitas akademika untuk menentukan arah kepemimpinan dan pengembangan universitas ke depan.















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *