Polewali Mandar, Potretnusanatara.co.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Polewali Mandar, Arifin Yambas, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SD Negeri 068 Marannu, Senin (24/8/2026).
Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan proses belajar mengajar dan kegiatan sekolah berjalan sesuai ketentuan. Dalam kunjungan itu, Arifin juga menindaklanjuti informasi mengenai tidak dilaksanakannya upacara bendera pada Senin sebelumnya.
Hasil pengecekan menunjukkan informasi tersebut benar. Pihak sekolah mengakui upacara bendera tidak dilaksanakan karena sejumlah siswa terlambat datang ke sekolah.
Kepala SD Negeri 068 Marannu, Nur Hasyim, menyampaikan alasan tersebut saat dimintai keterangan oleh Kadisdik Polman.
Arifin kemudian memberikan teguran sekaligus arahan kepada pihak sekolah. Ia menegaskan, keterlambatan siswa tidak boleh menjadi alasan untuk meniadakan upacara bendera.
Menurutnya, upacara setiap Senin bukan sekadar kegiatan seremonial. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembentukan karakter, kedisiplinan, serta penanaman nilai kecintaan terhadap tanah air dan agama kepada peserta didik.
“Ke depan tidak boleh lagi tidak melaksanakan upacara. Di dalam upacara ada ikrar yang dibacakan, yang mengandung nilai cinta tanah air dan agama. Ini menjadi pelajaran sekaligus bekal bagi siswa dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya,” tegas Arifin.
Ia menilai persoalan keterlambatan siswa seharusnya menjadi bahan evaluasi sekolah, bukan dijadikan alasan untuk menghilangkan kegiatan yang memiliki nilai pendidikan.
Arifin juga menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan capaian akademik. Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab membentuk karakter, akhlak, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab peserta didik.
“Cinta tanah air dan agama itu wajib ditanamkan kepada anak-anak. Dalam Islam juga diajarkan hubbul wathan minal iman, yaitu mencintai tanah air merupakan bagian dari nilai keimanan,” ujarnya.
Ia meminta kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan menjadi teladan dalam menerapkan kedisiplinan di lingkungan sekolah.
Menurut Arifin, kedisiplinan tidak bisa dibebankan hanya kepada siswa. Sekolah, orang tua, guru, dan tenaga kependidikan harus bersama-sama membangun budaya pendidikan yang tertib dan bertanggung jawab.
Sidak tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengawasan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Polman terhadap pelaksanaan kegiatan pendidikan di tingkat satuan pendidikan.
Arifin berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dan seluruh sekolah di Polewali Mandar konsisten menjalankan kegiatan pendidikan, termasuk upacara bendera setiap Senin.
“Upacara bukan hanya soal berdiri dan mengikuti rangkaian kegiatan. Ada nilai pendidikan yang harus ditanamkan kepada anak-anak,” pungkasnya.(*/Ifn)




























