Pemerintahan

Bupati Irham Kalenggo Buka Kerja Luar Negeri, Tekankan Perlindungan PMI

×

Bupati Irham Kalenggo Buka Kerja Luar Negeri, Tekankan Perlindungan PMI

Sebarkan artikel ini

Konawe Selatan, Potretnusantara.co.id – Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) menggelar Sosialisasi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Aula Kantor Bupati Lantai III, Kamis (20/8/2026). Kegiatan ini diselenggarakan untuk memanjat komitmen daerah dalam melindungi tenaga kerja lokal yang berniat mencari nafkah di luar negeri.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo. Turut hadir jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Balai Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tenggara, Balai Pelatihan Kerja, pimpinan perusahaan Shin Yang Group (Sarawak Oil Palms Berhad) dari Malaysia, pimpinan Bank Sultra Cabang Konawe Selatan, para camat, kepala desa, hingga tokoh masyarakat.





Dalam sambutannya, Bupati Irham Kalenggo menegaskan bahwa isu ketenagakerjaan dan perlindungan PMI merupakan prioritas pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Konawe Selatan. Ia menekankan, peluang bekerja di luar negeri harus dimanfaatkan melalui jalur resmi sesuai ketentuan UU No. 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

“Pemerintah Konawe Selatan memandang isu pekerja migran ini sebagai bagian penting dalam pembangunan ketenagakerjaan. Kesempatan bekerja ke luar negeri harus dilakukan melalui prosedur resmi dan aman. Kita tidak ingin masyarakat menjadi korban penipuan, keberangkatan ilegal, atau eksploitasi. Perangkat desa dan camat merupakan garda terdepan untuk memberikan informasi yang benar kepada warga,” ujar Bupati Irham.

Ia juga membagikan pengalamannya saat masih menjabat Ketua DPRD Konsel ketika membantu menyelamatkan warga yang terjebak prosedur keberangkatan non-prosedural. Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengapresiasi pimpinan Shin Yang Group dari Malaysia yang hadir secara transparan untuk membuka peluang kerja legal.

“Kami sangat mengapresiasi niat baik perusahaan yang datang secara resmi. Sepanjang mengikuti prosedur yang berlaku di Indonesia dan beritikad baik, Pemerintah Daerah siap memfasilitasi. Mari kita jaga agar tidak ada lagi warga yang tergiur iming-iming ilegal,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Konsel, Erna Yustiana, membeberkan data statistik pemberangkatan PMI asal Konawe Selatan.

“Pada tahun 2025, tercatat 20 orang PMI asal Konsel diberangkatkan. Sebanyak 3 orang menuju Malaysia (2 di sektor sawit, 1 di perusahaan) dan 17 wanita bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di Taiwan (15 orang) serta Hong Kong (2 orang),” terang Erna.

Ia melanjutkan, untuk tahun 2026 hingga bulan ini, terdapat 9 orang PMI wanita yang telah diberangkatkan ke Taiwan dan Hong Kong sebagai ART. Erna menegaskan komitmen Disnakertrans untuk terus mendukung jalur legal, mengingat PMI merupakan salah satu penyumbang devisa negara terbesar setelah sektor industri pengolahan non-migas.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan penukaran cenderamata antara Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan, pimpinan Shin Yang Group, dan perwakilan BP3MI Sulawesi Tenggara sebagai simbol sinergi dan komitmen perlindungan pekerja migran. IKP















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *