Advertorial

93 Unit Kopdes Merah Putih Dibangun di Polewali Mandar, 50 Unit Rampung

×

93 Unit Kopdes Merah Putih Dibangun di Polewali Mandar, 50 Unit Rampung

Sebarkan artikel ini

Polewali Mandar, Potretnusantara.co.id – Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) di Kabupaten Polewali Mandar terus menunjukkan progres. Program yang menjadi bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) Presiden Prabowo Subianto itu diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi desa melalui penguatan koperasi sebagai pusat distribusi kebutuhan masyarakat.

Kepala Bidang Koperasi dan UKM Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Polewali Mandar, Nabil Wijdan Al Hamdani, mengatakan berdasarkan hasil monitoring, dari total 167 Kopdes yang tersebar di desa dan kelurahan, sebanyak 93 Unit telah memasuki tahap pembangunan. Dari jumlah tersebut, 50 Unit telah selesai dibangun atau mencapai progres 100 persen.

“Berdasarkan data yang kami terima, dari 167 Kopdes di setiap desa dan kelurahan, 93 unit sudah memasuki tahap pembangunan, dan 50 di antaranya telah selesai 100 persen,” kata Nabil.

Meski demikian, koperasi yang bangunannya telah rampung belum dapat beroperasi. Menurut Nabil, seluruh unit masih menunggu distribusi sarana dan prasarana pendukung dari pemerintah pusat.

Fasilitas yang masih akan mengisi Kopdes antara lain mobil operasional, kendaraan roda tiga, rak etalase, serta berbagai perlengkapan toko yang akan menunjang operasional koperasi.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar telah menyiapkan 14 aset milik pemerintah daerah untuk dijadikan lokasi pembangunan Kopdes Merah Putih.

“Pemerintah daerah dalam mendukung program strategis pemerintah telah menyiapkan lahan di kurang lebih 14 titik,” ujarnya.

Nabil menilai kehadiran Kopdes Merah Putih akan memperkuat perekonomian desa, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Koperasi nantinya akan menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok dengan pasokan yang berasal langsung dari sejumlah badan usaha milik negara (BUMN).

“Obat-obatan akan disuplai oleh Kimia Farma, kebutuhan sembako dipenuhi oleh ID FOOD, sementara distribusi LPG bekerja sama dengan Pertamina. Harapannya, dengan memangkas rantai distribusi, harga yang diterima masyarakat bisa lebih murah dan kompetitif,” ujarnya.

Selain melayani kebutuhan masyarakat, koperasi juga diharapkan menjadi pusat grosir bagi pelaku UMKM dan pedagang kecil sehingga mereka dapat memperoleh barang dengan harga yang lebih terjangkau sebelum dipasarkan kembali kepada konsumen.

Ia menambahkan, selama dua tahun pertama pengelolaan Kopdes Merah Putih akan mendapat pendampingan dari PT Agrinas. Pendampingan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pengurus koperasi agar mampu mengelola usaha secara mandiri setelah masa pendampingan berakhir.

“Selama dua tahun pertama, pengurus Kopdes akan didampingi oleh PT Agrinas. Pendampingan ini meliputi pembinaan, edukasi, hingga penguatan kapasitas pengurus agar setelah masa pendampingan berakhir mereka sudah mampu mengelola koperasi secara mandiri,” ujar Nabil. (*/ifn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *