Makassar Potretnusanatara.co.id – Sebanyak 18 mahasiswa Politeknik Bosowa menjalani uji sertifikasi kompetensi kerja di Kampus Politeknik Bosowa, Makassar, Rabu (29/7/2026). Sertifikat kompetensi menjadi syarat wajib bagi mahasiswa yang akan mengikuti program magang di Tiongkok.
Asesmen dilakukan oleh tiga asesor kompetensi, yakni Dr. Ir. Muh. Arafah, S.Kom., M.T., Agus Khalid, S.Kom., M.Cs., dan Amrullah, S.Si., M.Si. Para peserta mengikuti serangkaian uji yang diawali Pra Asesmen untuk memastikan kompetensi mereka memenuhi standar yang dipersyaratkan sebelum diberangkatkan ke luar negeri.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Alang Sunding, M.T., yang turut mewakili kampus Politeknik Bosowa, turut hadir pula Kepala Lembaga Karir dan Kerja Sama, Andi Fitriani, S.T., M.T.
Pelaksanaan Uji Kompetensi diawali Penandatangan MoU & MoA Oleh Direktur Politeknik Bosowa yang wakili Oleh Wakil Direktur 3 dalam penandatanganan MOU dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP-Teknologi Informasi).
Dalam sambutannya,
Direktur LSP Teknologi menyampaikan bahwa sebagai Perpanjangantangan BNSP, berterima kasih atas terpilihnya LSP Teknologi Informatika sebagai Mitra dalam Kolaborasi Sertifikasi Kompetensi Kerja baik terhadap Dosen, Tendik terutama pada Mahasiswa, karena Tugas kami (LSP); Memastikan, Menjamin dan Memelihara Kompetensi Asesi.
Sebagai LSP P3 Sektor TIK, Calon Peserta yang mendaftar jika merasa dirinya memiliki kemampuan baik aspek Pengetahuan maupun skiil, namun belum memiliki legitimasi dari Negara melalui Sertifikat Kompetensi Kerja berlogo Garuda.
“Ibarat Seseorang sudah hebat mengendarai Motor atau mobil namun belum memiliki SIM” kata Muh. Rusli. Terkait Peserta sebagai calon Tenaga Kerja “Sertifikat Kompetensi Kerja” iniah sebagai SIM dalam memasuki Dunia Kerja, Ijazah hanya bisa mengantar sampai pintu perusahaan/instansi, kata Direktur LSP TI.
Dalam kesempatan yang sama, sambutan Alang Sunding mengatakan sertifikasi kompetensi bukan sekadar memenuhi persyaratan administrasi, melainkan menjadi bukti bahwa mahasiswa memiliki kemampuan yang telah diakui sesuai standar kerja.
“Sertifikat kompetensi kerja bukan sekadar dokumen administratif, tetapi merupakan bukti bahwa mahasiswa memiliki kemampuan yang telah diakui sesuai standar kompetensi. Ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa yang akan mengikuti program magang di Tiongkok,” kata Alang.
Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan proses asesmen untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya sehingga memperoleh sertifikat kompetensi sebagai bekal memasuki dunia kerja internasasional.
“Kami berharap seluruh mahasiswa dapat menunjukkan kompetensi terbaiknya. Melalui sertifikasi ini, mereka memiliki nilai tambah dan daya saing ketika memasuki dunia kerja internasasional,” ujarnya.
Ketua Tim Asesor, Dr. Ir. Muh. Arafah, S.Kom., M.T., mengatakan proses asesmen dilakukan berdasarkan standar kompetensi kerja yang berlaku. Penilaian, kata dia, difokuskan pada kemampuan peserta dalam memenuhi unit-unit kompetensi sesuai skema sertifikasi.
“Asesmen ini bertujuan memastikan setiap peserta benar-benar memiliki kompetensi sesuai standar yang dipersyaratkan. Hasilnya diharapkan menjadi jaminan bahwa lulusan siap menghadapi tantangan di lingkungan kerja profesional, termasuk di luar negeri,” ujar Muh. Arafah.
Uji sertifikasi kompetensi merupakan bagian dari upaya Politeknik Bosowa meningkatkan kualitas lulusan sekaligus memperkuat daya saing sumber daya manusia di tingkat internasional. Bagi peserta program magang ke Tiongkok, sertifikat kompetensi menjadi salah satu persyaratan utama sebelum keberangkatan.














