News

Di Tengah Keluhan BBM Subsidi Kerap Habis, SPBU Sarampu Akui Pengisian Berulang hingga Dini Hari

×

Di Tengah Keluhan BBM Subsidi Kerap Habis, SPBU Sarampu Akui Pengisian Berulang hingga Dini Hari

Sebarkan artikel ini

Polewali Mandar, Potretnusanatara.co.id – Pengakuan manajemen SPBU Pertamina Nomor 74.913.64 Sarampu, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar, justru mempertegas informasi yang selama ini menjadi sorotan masyarakat. SPBU tersebut mengakui adanya pengisian BBM subsidi secara berulang menggunakan kendaraan roda empat “Tangki Modifikasi” pada malam hingga dini hari.

Pengakuan itu muncul di tengah keluhan warga yang mengaku kerap kesulitan memperoleh Pertalite maupun Solar subsidi pada pagi hari. Di saat stok BBM bersubsidi disebut sering habis ketika dibutuhkan masyarakat umum, aktivitas pengisian berulang pada malam hari justru berlangsung dengan nominal yang tidak sedikit.

Manajer SPBU Sarampu, Ahmad, membenarkan adanya pengisian berulang menggunakan mobil jenis Toyota Kijang dengan menggunakan tangki “Modifikasi” dengan nilai transaksi mencapai Rp400 ribu hingga Rp500 ribu dalam sekali pengisian.

“Benar bahwa ada pengisian berulang dengan pengisian Rp400.000-Rp500.000 yang menggunakan mobil yang telah dimodifikasi tangkinya” kata Ahmad saat dikonfirmasi, Rabu (3/6/2026).

Pernyataan tersebut sekaligus mengonfirmasi informasi yang sebelumnya beredar di masyarakat mengenai kendaraan roda empat yang diduga rutin melakukan pengisian BBM subsidi pada malam hari. Aktivitas itu menjadi sorotan karena berlangsung saat sebagian besar masyarakat tidak lagi melakukan pembelian BBM.

Meski mengakui adanya pengisian berulang, Ahmad membantah aktivitas tersebut merupakan praktik pelangsiran. Ia menyebut BBM yang diisi diperuntukkan bagi kebutuhan nelayan.

“Pengisian tersebut dilakukan oleh nelayan itu sendiri,” ujarnya.

Namun penjelasan tersebut belum sepenuhnya meredakan pertanyaan publik. Sebab, pengisian BBM subsidi menggunakan kendaraan roda empat dengan nominal besar dan dilakukan berulang kali masih menyisakan tanda tanya mengenai mekanisme pengawasan, verifikasi penerima, hingga kepastian bahwa seluruh BBM yang disalurkan benar-benar diterima oleh pihak yang berhak.

Ahmad juga membenarkan bahwa aktivitas tersebut berlangsung pada malam hingga dini hari dan dilakukan secara berulang-ulang.

“Pengisian dilakukan pada malam hari pukul 21.00 hingga dini hari 02.00 WITA, dan dilakukan secara berulang-ulang,” katanya.

Pengakuan itu menjadi perhatian karena berbanding lurus dengan keluhan masyarakat terkait ketersediaan BBM subsidi yang sering kali habis pada jam pelayanan normal. Sejumlah warga mengaku tidak jarang pulang dengan tangan kosong karena stok Pertalite maupun Solar telah lebih dulu kosong.

Di sisi lain, informasi mengenai kendaraan jenis Toyota Kijang dan Suzuki APV yang disebut berulang kali melakukan pengisian pada malam hari terus menjadi sorotan publik. Keberadaan kendaraan tersebut dinilai merugikan masyarakat hingga nelayan sebab pola distribusi BBM subsidi yang berlangsung di SPBU Sarampu tidak sesuai dengan mekanisme.

Alih-alih meredakan polemik, pengakuan pihak SPBU mengenai pengisian berulang hingga dini hari justru mempertegas bahwa aktivitas tersebut memang terjadi. Persoalannya kini bukan lagi soal benar atau tidaknya pengisian berulang, melainkan apakah mekanisme penyaluran dan pengawasannya telah berjalan sesuai ketentuan, terlebih ketika masyarakat masih mengeluhkan keterbatasan akses terhadap BBM subsidi.

Di tengah kelangkaan BBM subsidi yang dikeluhkan warga, Pertamina, BPH Migas, dan instansi terkait dituntut tidak hanya menerima klarifikasi dari pihak SPBU, tetapi juga melakukan verifikasi lapangan secara langsung guna memastikan distribusi BBM subsidi berlangsung sesuai aturan dan tidak mengurangi hak masyarakat sebagai penerima manfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *