Soppeng,Potretnusantara.co.id- Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama Kejaksaan Negeri Soppeng memperkuat sinergi melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) GASPOL Adhyaksa yang dibuka langsung Bupati Soppeng, Suwardi Haseng di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Soppeng, Selasa (19/5/2026).
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan Gerakan Pangan Murah tidak hanya berfokus pada keterjangkauan harga, tetapi juga menjadi langkah bersama menjaga ketersediaan pasokan pangan, khususnya menjelang Hari Raya Idul Adha.
Pemerintah Kabupaten Soppeng sendiri terus mendorong pelaksanaan Gerakan Pangan Murah secara berkelanjutan. Hingga saat ini, kegiatan serupa telah dilaksanakan puluhan kali di sejumlah lokasi dan ditargetkan mencapai 100 kali pelaksanaan sepanjang tahun 2026, ungkap Bupati Soppeng.
Pelaksanaan GPM GASPOL Adhyaksa juga menunjukkan keterlibatan lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, Kejaksaan, hingga pihak pendukung lainnya dalam menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Soppeng.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Soppeng di bawah kepemimpinan Sulta D. Sitohang, S.H., M.H., kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan yang dekat dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui program GPM (Gerakan Pasar Murah) Gaspol (Giat Adhyaksa Stabilkan Pangan Lokal), Lapangan Tenis Kejari Soppeng disulap menjadi pusat pelayanan publik terpadu dengan menghadirkan Pasar Pangan Murah, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) secara cuma-cuma.
Kepala Kejaksaan Negeri Soppeng, Sulta D. Sitohang, mengatakan bahwa kegiatan GPM Gaspol merupakan bentuk kepedulian Kejari Soppeng dalam membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas pangan lokal di tengah dinamika ekonomi yang terjadi saat ini.
“Melalui GPM Gaspol ini, kami ingin Kejaksaan hadir bukan hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu meringankan kebutuhan warga, menjaga stabilitas pangan lokal, serta mempererat kedekatan Kejaksaan dengan masyarakat,” ujar Sulta D. Sitohang dalam keteranganya
Menurutnya, konsep pelayanan multisektor yang dihadirkan Kejari Soppeng merupakan langkah cerdas karena mampu menjawab beberapa kebutuhan masyarakat sekaligus dalam satu kegiatan.
Ia menilai kehadiran pasar pangan murah sangat membantu meringankan beban ekonomi warga di tengah kebutuhan pokok yang terus meningkat. Di sisi lain, layanan cek kesehatan gratis dan pembuatan KIA juga menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap kesehatan serta pemenuhan hak administrasi anak.
“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Masyarakat merasakan manfaatnya,” tutupnya.













