Jakarta, Potretnusantara.co.id – Ketua Umum Relawan Muda Pro Prabowo, Rudi Sahabuddin, menyampaikan rasa haru dan keprihatinannya setelah membaca kisah pilu Muh Arzil, anak yatim piatu asal Desa Belapunranga, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, yang kini menggantungkan harapan pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.
Menurut Rudi, kisah Muh Arzil menjadi gambaran nyata masih banyaknya anak Indonesia yang hidup dalam keterbatasan, namun tetap memiliki semangat besar untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.
“Kisah Muh Arzil sangat menyentuh hati. Di tengah kehilangan orang tua dan keterbatasan ekonomi, dia masih memiliki semangat untuk terus sekolah. Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa negara tidak boleh membiarkan anak-anak seperti Arzil kehilangan masa depannya,” ujar Rudi Sahabuddin, Jumat (15/5/2026).
Rudi menilai, program Sekolah Rakyat yang diinisiasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan bentuk nyata keberpihakan negara kepada anak-anak dari keluarga miskin dan rentan.
“Program Sekolah Rakyat bukan hanya soal pendidikan gratis, tetapi tentang menghadirkan harapan bagi anak-anak yang hampir menyerah karena keadaan. Negara hadir untuk memastikan kemiskinan tidak memutus cita-cita mereka,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Pendamping SDM PKH Kecamatan Parangloe, Muhammad Fadhil, yang aktif turun langsung melakukan penjangkauan calon siswa hingga ke pelosok desa tanpa mengenal hari libur.
“Apa yang dilakukan saudara Muhammad Fadhil patut diapresiasi. Pendamping PKH seperti beliau menjadi ujung tombak negara dalam menemukan dan membantu anak-anak yang membutuhkan perhatian. Kerja-kerja kemanusiaan seperti ini harus terus diperkuat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Rudi berharap Muh Arzil dapat diterima di Sekolah Rakyat sehingga mampu melanjutkan pendidikan dan menggapai cita-citanya di masa depan.
“Kami semua mendoakan Muh Arzil tetap kuat dan terus semangat belajar. Jangan pernah merasa sendiri, karena negara dan banyak orang peduli terhadap masa depan anak-anak seperti Arzil,” tuturnya.
Rudi menambahkan, kisah Muh Arzil seharusnya menjadi perhatian bersama agar seluruh elemen masyarakat ikut mendukung anak-anak kurang mampu memperoleh akses pendidikan yang layak.
“Pendidikan adalah jalan untuk memutus rantai kemiskinan. Ketika satu anak miskin berhasil sekolah dan mengubah hidupnya, maka di situlah harapan bangsa ikut tumbuh,” pungkasnya.













