Polewali Mandar, Potretnusantara.co.id – Kesatuan Pelajar Mahasiswa Polewali Mandar atau KPMPM kembali dipenuhi suasana hangat penuh kekeluargaan. Mantan Bendahara Umum Pengurus Pusat KPM-PM periode 2012–2014, Atika, resmi melepas masa lajangnya dalam prosesi pernikahan yang berlangsung khidmat di Polewali Mandar, Sabtu (9/5/2026).
Momentum bahagia tersebut menjadi ajang temu kangen dan silaturahmi lintas generasi kader KPMPM. Menariknya, acara itu turut dihadiri sejumlah mantan Ketua Umum Pengurus Pusat KPM-PM, di antaranya Herman Kadir, Tamrin M, dan Ismail.
Kehadiran para tokoh alumni tersebut menjadi simbol kuatnya persaudaraan dan solidaritas yang terus terjaga di tubuh organisasi, meski telah melewati berbagai generasi kepengurusan.
Atika diketahui pernah mengemban amanah sebagai Bendahara Umum PP KPM-PM saat organisasi dipimpin oleh Herman Kadir, yang kini dipercaya sebagai tenaga ahli Gubernur Sulawesi Barat.
Dalam kesempatan itu, Herman Kadir menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas pernikahan mantan pengurus yang pernah mendampinginya selama masa kepemimpinan organisasi.
“Alhamdulillah, hari ini kami ikut berbahagia atas pernikahan Atika. Ia adalah sosok kader yang penuh tanggung jawab dan pernah bersama-sama membersamai perjuangan organisasi di PP KPM-PM periode 2012–2014. Semoga rumah tangga yang dibangun menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah dan selalu diberkahi,” ujar Herman Kadir.
Ia juga menilai momentum tersebut bukan sekadar acara pernikahan, tetapi menjadi ruang mempererat kembali hubungan emosional antar alumni KPM-PM.
“Yang paling membahagiakan adalah silaturahmi ini tetap terjaga. Kehadiran para mantan Ketua Umum dan alumni menunjukkan bahwa KPM-PM bukan hanya organisasi, tetapi juga rumah persaudaraan yang terus hidup sampai kapan pun,” tambahnya.
Suasana acara berlangsung hangat dan penuh keakraban. Para alumni, kader, dan sahabat dekat turut memberikan doa terbaik bagi Atika dan pasangan agar senantiasa diberikan kebahagiaan, keharmonisan, serta keberkahan dalam membina rumah tangga.
Momen tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa nilai kekeluargaan dan solidaritas yang tumbuh dalam KPM-PM tetap terawat kuat di tengah perjalanan waktu.













