Majene, Potrenusantara.co.id – Aliansi Mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menggelar aksi unjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di pelataran Gedung Kembar Rektorat Unsulbar, Selasa.
Puluhan massa yang menyuarakan berbagai persoalan yang ada di kampus (Unsulbar), mulai dari fasilitas, akademik, hingga kesejahteraan mahasiswa.
Kordinator Lapangan, Suriani, dalam orasinya menegaskan untuk menindaklanjuti setiap tuntutan yang dilayangkan. Ia juga menegaskan bahwa setiap permasalahan yang terjadi di kampus mesti ditindaklanjuti oleh pihak kampus.
“Kami meminta kepada pimpinan kampus untuk memberikan hak-hak mahasiswa serta menindaklanjuti seluruh poin tuntutan yang kami suarakan hari ini,” tegas, Kordinator Lapangan, Suriani.

Suriani, juga menyoroti sejumlah persoalan, di antaranya kebebasan mimbar berpendapat, sarana dan prasarana, akses jalan, fasilitas WC dan AC, hingga kebutuhan dosen agama dan tempat ibadah di lingkungan kampus.
“Kami menuntut kebebasan mimbar akademik, ruang kuliah yang aman dan nyaman, akses jalan yang memadai, serta fasilitas dasar yang layak bagi mahasiswa,” lanjutnya.
Menanggapi tuntutan yang dibawah oleh massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Universitas Sulawesi Barat, Rektor Unsulbar, Prof. Dr. Muhammad Abdy, S.Si., M.Si. menyatakan keterbukaannya terhadap aspirasi mahasiswa dan berkomitmen untuk menindaklanjuti tuntutan yang dibawah oleh massa aksi.
“Kampus memberikan ruang kepada mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya, dan kami akan menindaklanjuti seluruh poin tuntutan yang disampaikan,” ujar Prof. Dr. Muhammad Abdy.
Ia juga mengungkapkan bahwa tahun ini sekitar 80 mahasiswa telah mendapatkan pengurangan UKT.
“Peninjauan UKT dilakukan oleh pihak program studi dan fakultas sesuai mekanisme yang berlaku,” jelasnya.
Terkait dosen agama Kristen dengan latar belakang teologi, pihak kampus mengaku telah mengajukan permintaan ke kementerian.
“Kami sudah meminta kepada kementerian untuk mengutus dosen yang dimaksud, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut,” ungkapnya.
Rektor juga membuka peluang solusi sementara.
“Mahasiswa diperbolehkan mengajukan orang yang di anggap memiliki kemampuan sesuai bidangnya seperti pendeta, dan akan dijadikan sebagai dosen luar biasa untuk mengisi kebutuhan tersebut,” tambahnya.
Rektor juga menyampaikan bahwa Pelaksana Tugas Wakil Rektor III Unsulbar, Dr. H. Muhammad Jamil Barambangi, M.Pd., telah bertemu dengan Pemprov dan membahas persoalan pembangunan jalan kampus.
Sementara itu,Pelaksana Tugas Wakil Rektor III Unsulbar, Dr. H. Muhammad Jamil Barambangi, M.Pd.,menambahkan bahwa bahwa pihaknya telah berkoordinasi terkait pembebasan lahan jalan.
“Kami sudah menemui pihak balai dan ada progres terkait pembebasan jalan di sekitar kampus,” katanya.
Terkait fasilitas ibadah, pihak kampus akan melakukan pemetaan lokasi.
“Kami akan melakukan mapping untuk mencari ruangan atau gedung yang bisa difungsikan sebagai tempat ibadah sementara,” jelas pihak kampus.
Di akhir aksi, massa menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu yang telah disuarakan.
“Kami akan terus mengawal dan berkomitmen terhadap isu ini sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada mahasiswa,” tutup Suriani.













