HukumPendidikanPeristiwa

BEM UHO Kecam Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, Desak Kampus Beri Sanksi Tegas dan Audit Keamanan

×

BEM UHO Kecam Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, Desak Kampus Beri Sanksi Tegas dan Audit Keamanan

Sebarkan artikel ini

Kendari, Potretnusantara.co.id – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Halu Oleo mengecam keras dugaan tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum senior terhadap seorang mahasiswa di lingkungan kampus.

Insiden tersebut dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap nilai kemanusiaan dan etika akademik, serta mencederai semangat intelektualitas yang seharusnya dijunjung tinggi di perguruan tinggi.

Ketua BEM Universitas Halu Oleo, Ainun Mapatarani, menyatakan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan di lingkungan kampus tidak dapat ditoleransi.

“Saya merasa sangat terpukul atas insiden penganiayaan yang menimpa sesama mahasiswa di lingkungan kampus. Kejadian ini bukan hanya pelanggaran berat terhadap norma kesusilaan dan etika kampus, tetapi juga ancaman serius bagi keamanan dan kenyamanan seluruh mahasiswa di Universitas Halu Oleo,” ujar Ainun kepada awak media, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, kampus harus tetap menjadi ruang aman bagi mahasiswa untuk berkembang secara intelektual maupun karakter.

“Ini adalah panggilan bagi kita semua untuk bersikap tegas demi menjaga kampus sebagai ruang aman bagi generasi muda yang sedang berjuang untuk masa depan mereka,” lanjutnya.

Ainun menegaskan bahwa kekerasan bukanlah solusi dalam menyelesaikan persoalan, terlebih di lingkungan pendidikan.

“Penganiayaan bukanlah cara menyelesaikan masalah, apalagi di tempat yang seharusnya menjadi wadah pengembangan intelektual dan karakter. Saya berharap kasus seperti ini tidak terjadi lagi,” tegasnya.

BEM UHO juga mendesak pihak kampus untuk segera mengambil langkah tegas terhadap pelaku apabila telah teridentifikasi.

“Pihak kampus wajib menghentikan sementara aktivitas pelaku dan memberikan sanksi tegas, minimal skorsing akademik satu semester penuh atau sanksi lain yang memberikan efek jera, serta memastikan tidak ada tekanan atau intimidasi terhadap saksi,” katanya.

Selain itu, BEM UHO mendorong dilakukannya audit keamanan kampus secara menyeluruh, termasuk peningkatan fasilitas pengawasan dan patroli keamanan.

“Ini bukan sekadar sanksi, tetapi komitmen untuk membangun budaya nol toleransi terhadap kekerasan. Setiap mahasiswa harus sadar bahwa kekerasan, baik fisik maupun verbal, adalah musuh bersama,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh civitas akademika untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman dan kondusif.

“Mari kita ubah kampus ini menjadi tempat di mana aspirasi tumbuh, bukan ketakutan,” tutup Ainun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *