Jakarta, Potretnusantara.co.id – MER-C Indonesia bersama Tim Pengacara Muslim (TPM) menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga personel TNI saat menjalankan misi sebagai pasukan perdamaian di Lebanon Selatan.
“Kami turut menyampaikan dukacita atas gugurnya ketiga personel TNI yang tengah menjalankan misi kemanusiaan sebagai pasukan perdamaian di Lebanon Selatan,” kata Ketua Presidium MER-C Indonesia, Hadiki Habib, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Hadiki juga mengecam keras serangan terhadap tim kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa kegiatan kemanusiaan di wilayah konflik harus mendapat perlindungan dan tidak boleh menjadi sasaran kekerasan oleh pihak-pihak yang bertikai.
Ia menjelaskan, keterlibatan Indonesia dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) telah berlangsung sejak 2006. Namun, eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah belakangan ini membuat kondisi di Lebanon semakin memburuk.
“Saat ini jatuh ke dalam kondisi yang kami sebut sebagai krisis kemanusiaan secara global di wilayah tersebut,” ujarnya.
Oleh karena itu, MER-C Indonesia mengecam segala bentuk serangan terhadap personel penjaga perdamaian maupun pekerja kemanusiaan di wilayah tersebut.
Untuk merespons situasi yang terjadi, MER-C Indonesia juga menyatakan akan menyiapkan misi kemanusiaan ke Lebanon guna membantu masyarakat terdampak konflik.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan TPM, Achmad Michdan, turut menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga prajurit TNI tersebut.
“Semoga ini menjadi bagian tugas mulia, InsyaAllah karena tugasnya ini, menjadi syuhada dan syahid,” katanya.
Ia juga meminta agar peristiwa ini mendapat perhatian serius dari pemerintah Indonesia, mengingat tugas pasukan perdamaian dilindungi oleh hukum internasional dan hukum perang yang telah diratifikasi.
Adapun tiga prajurit TNI yang gugur yakni Praka Farizal Rhomadhon yang meninggal pada 29 Maret akibat serangan artileri, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar yang gugur pada 30 Maret saat memimpin misi pengawalan, serta Sertu Muhammad Nur Ichwan yang gugur dalam insiden ledakan kendaraan.
Editor: Irfan













