Makassar, Potretnusantara.co.id – Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas) bersama Ikatan Alumni (IKA) Kedokteran Unhas menggelar kegiatan halalbihalal, di Novotel Makassar Grand Shayla, Minggu ( 22/3/2026).
Mengusung tema “Bersatu dalam Maaf, Bertumbuh dalam Cinta: Mengukuhkan Ukhuwah Tanpa Batas,” acara berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan.
Kegiatan ini dihadiri pimpinan fakultas, guru besar, dosen senior, serta alumni dari berbagai angkatan. Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi lintas generasi yang dinilai langka, sekaligus mempererat kembali hubungan yang sempat terpisah oleh kesibukan masing-masing.
Dekan FK Unhas, Prof. Dr. dr. Haerani Rasyid, M.Kes., Sp.PD-KGH, Sp.GK, FINASIM, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, halalbihalal bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang untuk memperkuat kebersamaan.
“Halalbihalal ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang batin yang mempertemukan kembali hati-hati yang mungkin sempat berjauhan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua IKA Kedokteran Unhas, Prof. dr. Abdul Kadir, Ph.D., menegaskan pentingnya menjaga solidaritas alumni dalam mendukung kemajuan institusi dan kontribusi kepada masyarakat.
“Kegiatan ini memperkuat komitmen bersama untuk terus memajukan institusi dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” katanya.
Dalam tausiyahnya, Prof. Dr. KH. Munawir Kamaluddin, MA, MH, menekankan bahwa halalbihalal memiliki makna lebih dari sekadar tradisi. Ia menyebut momentum ini sebagai sarana penyucian diri.
“Halalbihalal sejatinya adalah momentum penyucian jiwa, membersihkan hati dari luka, dendam, dan prasangka, serta membuka ruang bagi tumbuhnya cinta kasih yang tulus,” tuturnya.
Ia juga menyoroti pentingnya nilai ukhuwah dalam profesi kedokteran. Menurutnya, seorang dokter tidak hanya dituntut memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga empati dan kepekaan sosial.
“Seorang dokter bukan hanya menyembuhkan tubuh, tetapi juga menghadirkan harapan dan ketenangan bagi jiwa manusia,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa sikap saling memaafkan menjadi fondasi terbentuknya kekuatan kolektif dalam masyarakat.
“Dari hati yang bersih akan tumbuh kepercayaan, dari kepercayaan lahir kolaborasi, dan dari kolaborasi terbangun peradaban yang kokoh,” kata dia.
Kegiatan ini juga diapresiasi sebagai bentuk komitmen keluarga besar FK Unhas dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif dan berorientasi pada nilai kemanusiaan.
Menutup tausiyahnya, Munawir mengajak seluruh peserta menjadikan momentum halalbihalal sebagai titik awal pembaruan diri.
“Jadikan ini sebagai momentum untuk menyatukan hati dalam maaf, menumbuhkan cinta, dan menjaga ukhuwah tanpa batas,” ucapnya.
Acara tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang refleksi dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan akademik, profesional, dan sosial.



















