Makassar, Potretnusantara.co.id – Provinsi Sulawesi Selatan menjadi salah satu daerah dengan progres pembangunan Sekolah Rakyat tertinggi di Indonesia. Capaian ini menjadi langkah penting dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui fasilitas pendidikan yang dirancang setara dengan sekolah unggulan.
Hingga saat ini, sebanyak sembilan Sekolah Rakyat telah terbangun di Sulawesi Selatan, dengan rencana penambahan pembangunan ke depan. Kehadiran sekolah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak Indonesia dalam memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.
Sekolah Rakyat dirancang dengan dukungan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai, modern, dan berkualitas. Dengan fasilitas yang setara dengan sekolah unggulan, anak-anak dari keluarga kurang mampu diharapkan memperoleh kesempatan belajar yang sama untuk mengembangkan potensi, meraih cita-cita, dan memperbaiki masa depan keluarga mereka.
Salah satu tokoh yang mendapat apresiasi atas kontribusinya dalam mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat adalah Andi Iwan Darmawan Aras, anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan II yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi V DPR RI.
Melalui peran dan dukungannya, Andi Iwan Darmawan Aras dinilai turut mendorong percepatan pembangunan infrastruktur Sekolah Rakyat, khususnya melalui sinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), yang menjadi mitra kerja Komisi V DPR RI dan berperan dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur tersebut.
Dukungan lintas lembaga ini menjadi bagian penting dalam mempercepat penyediaan fasilitas pendidikan yang layak bagi masyarakat, terutama kelompok keluarga yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas.
Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Andi Iwan Darmawan Aras atas dukungannya terhadap pembangunan Sekolah Rakyat.
Dukungan tersebut dinilai tidak hanya memberikan manfaat bagi Sulawesi Selatan, tetapi juga turut membantu Kementerian Sosial dalam mendorong pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Andi Iwan Darmawan Aras atas dukungan dan kontribusinya dalam mendorong pembangunan Sekolah Rakyat. Dukungan seperti ini sangat berarti bagi Kementerian Sosial, bukan hanya untuk Sulawesi Selatan, tetapi juga dalam mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai daerah di Indonesia,” ungkapnya, Selasa (27/10/2026).
Menurutnya, pembangunan Sekolah Rakyat bukan sekadar menghadirkan gedung dan fasilitas pendidikan, melainkan merupakan investasi sosial jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah berupaya membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mendapatkan pendidikan berkualitas, membangun karakter, meningkatkan kompetensi, dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Sinergi antara pemerintah pusat, kementerian terkait, dan dukungan para pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam memastikan program strategis tersebut berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
Apresiasi terhadap kontribusi Andi Iwan Darmawan Aras juga disampaikan oleh Muhammad Fadhil, Pendamping Sumber Daya Manusia Program Keluarga Harapan (SDM PKH) Kementerian Sosial RI.
Menurut Fadhil, capaian pembangunan Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan merupakan perkembangan yang patut diapresiasi. Ia menilai, dukungan terhadap pembangunan infrastruktur pendidikan harus dipandang sebagai bagian dari upaya besar negara dalam menghadirkan keadilan sosial bagi masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu.
“Saya mengapresiasi perjuangan dan komitmen Bapak Andi Iwan Darmawan Aras dalam mendorong pembangunan Sekolah Rakyat. Ketika Sulawesi Selatan menjadi salah satu provinsi dengan progres pembangunan yang tinggi, hal ini patut kita syukuri bersama. Di balik pembangunan tersebut, ada harapan ribuan keluarga agar anak-anak mereka memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih baik dan masa depan yang lebih cerah.” ujar Fadhil, Selasa (27/10/2026).
Ia menegaskan, Sekolah Rakyat memiliki makna yang sangat mendalam bagi keluarga penerima manfaat program perlindungan sosial. Sebab, keterbatasan ekonomi sering kali menjadi tantangan bagi anak-anak untuk mengakses pendidikan yang berkualitas dan mengembangkan potensi diri secara optimal.
Menurut Fadhil, keberadaan Sekolah Rakyat menunjukkan bahwa intervensi pemerintah tidak cukup hanya melalui bantuan sosial, tetapi juga harus diperkuat dengan program pemberdayaan dan pembangunan sumber daya manusia.
“Bagi kami, Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat anak-anak belajar. Ini adalah jalan untuk memutus rantai kemiskinan, memperluas kesempatan, dan membangun kepercayaan diri anak-anak dari keluarga kurang mampu. Mereka berhak mendapatkan fasilitas pendidikan yang berkualitas, kesempatan untuk berkembang, dan peluang yang sama untuk meraih cita-cita.”
Sebagai Pendamping SDM PKH, Fadhil berharap pembangunan Sekolah Rakyat dapat berjalan berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak anak dari keluarga yang membutuhkan. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, Kementerian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum, serta para pendamping sosial dalam menjangkau calon peserta didik yang memenuhi kriteria.
Ia menilai, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah sekolah yang dibangun, tetapi juga dari kemampuan pemerintah memastikan anak-anak yang paling membutuhkan memperoleh akses terhadap pendidikan tersebut.
Capaian pembangunan Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam memperluas akses pendidikan berkualitas.
Dengan adanya sembilan sekolah yang telah terbangun dan rencana penambahan pembangunan, masyarakat berharap semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu dapat menikmati fasilitas pendidikan yang memadai.
Bagi Fadhil, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan kesempatan yang lebih adil kepada setiap anak, tanpa menjadikan latar belakang ekonomi keluarga sebagai batas untuk meraih masa depan.
“Kami berharap perjuangan dan sinergi yang telah terbangun dapat terus dilanjutkan. Karena ketika negara menghadirkan pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sesungguhnya negara sedang membangun masa depan Indonesia. Sekolah Rakyat bukan hanya membangun sekolah, tetapi membangun harapan, membuka kesempatan, dan memutus rantai kemiskinan demi terwujudnya generasi Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera.” tutup Muhammad Fadhil.















