Opini

Refleksi Dua Tahun Masa Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto: Tantangan Masih Banyak, Rakyat Indonesia Menjadi Mata dan Telinganya

×

Refleksi Dua Tahun Masa Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto: Tantangan Masih Banyak, Rakyat Indonesia Menjadi Mata dan Telinganya

Sebarkan artikel ini

Oleh: Muzakkir Pratama
Kader Gerindra Masa Depan (GMD)

Opini Publik, Potretnusantara.co.id – Dua tahun masa pemerintahan presiden dan wakil presiden republik Indonesia bapak H. Prabowo Subianto-Gibran Raka Buming Raka sejak dilantik pada tanggal 20 Oktober tahun 2024 yang lalu telah memberi warna dalam hiruk-pikuk perjalanan kehidupan serta catatan sejarah bangsa Indonesia.

Indonesia yang dulunya sering dijuluki market global dan tanah yang dikuasai oleh bangsa-bangsa asing, kini perlahan mulai berubah tampilan menjadi sebuah negeri yang mandiri, berdikari, serta bebas-aktif dalam menentukan arah kemajuannya sendiri baik di dalam maupun di mata internasional.

Kepemimpinan yang kuat dari sosok Presiden Prabowo membuat negara-negara luar segan dan takjub. Isitilah kacung dan boneka asing maupun oligarki yang sering disematkan pada pemimpin-pemimpin sebelumnya, kini tak lagi terdengar. Justru sebaliknya, bapak Presiden H. Prabowo Subianto memberangus seluruh mafia dan kaki-tangan asing yang selama ini telah melakukan “pemerkosaan” terhadap kekayaan sumber daya alam ibu Pertiwi.

Peran kepemimpinan yang tangguh dari Presiden Indonesia bukan hanya memberikan negara ini posisi sebagai global player (pemain global) yang menghilangkan hegemoni dan invasi bangsa-bangsa asing, akan tetapi implementasi kebijakan ekonomi-kerakyatan dalam berbagai program-program strategis mengokohkan daya ekonomi bangsa secara fundamental.

Keberpihakan Pak Prabowo untuk menjaga, melindungi, dan mengangkat rakyat kecil bukan hanya sekedar azas dalam perjuangannya. Akan tetapi telah menjadi cita-cita luhur yang telah lama tertanam dalam hati sanubarinya, bahkan dikatakan sejak beliau berkarier dalam militer, maka sejak itu pula jiwa serta raganya telah diwakafkan untuk bangsa dan negara. Dan itu bukan sekadar kata-kata plesetan, namun menjadi do’a dan ikhtiar yang berulang-ulang kali beliau gumamkan jauh sebelum dilantik!.

Mari kita sedikit merefleksi serta mengulas beberapa bentuk keberpihakan dan keberhasilan dari kepemimpinan Presiden RI bapak H. Prabowo Subianto di dalam negeri pada dua tahun kepemimpinannya;

  1. Sektor Pertanian
    Pada sektor pertanian pemerintah telah berhasil melaksanakan swasembada nasional untuk 8 jenis pangan utama, diantaranya ; beras, jagung, gula, dan lain-lain. Indonesia juga telah berhasil mencatat cadangan pangan sebesar 5,2 juta ton terbesar dalam sejarah.
  2. Sektor Pendidikan
    Pada sektor pendidikan telah menggelontorkan anggaran untuk program-program yang bermanfaat secara langsung seperti; 30 ribu sekolah tidak layak telah direnovasi, 288.180 papan interaktif untuk semua sekolah di Indonesia, 265 sekolah rakyat, dan 43.000 anak jalanan kembali ke sekolah.
  3. Sektor Kesehatan
    Pada sektor kesehatan pemerintah telah berhasil membangun 22 rumah sakit baru, memberikan layanan cek kesehatan gratis untuk 108 juta orang, dan sebanyak 68 juta penerima manfaat program makan bergizi gratis (MBG).
  4. Sektor Perikanan dan Nelayan
    Pada sektor perikanan pemerintah telah memberikan penurunan harga BBM untuk nelayan pemilik kapal berukuran 30 hingga 200 gross ton (GT) dan pembangunan 100 kampung nelayan merah-putih.
  5. Sektor Sosial dan Rumah Tangga
    Pada sektor sosial pemerintah telah melakukan rehabilitasi/perbaikan 400 ribu rumah tidak layak huni dan penurunan bunga PNM mekar dari 25% menjadi 8% untuk 16 juta ibu-ibu.
  6. Sektor Energi dan BBM
    Pada sektor energi pemerintah telah berhasil mempertahankan harga BBM ditengah konflik dunia yang menyebabkan kenaikan harga minyak dunia dan berhasil mencapai swasembada energi dengan menciptakan solar B50.
  7. Sektor Infrastruktur dan fasilitas umum
    Pada sektor infrastruktur pemerintah telah membangun 9000+ Km irigasi, 3.500 jembatan, 3.000 titik air bor baru, 2.228 Km jalan inpres, dan 17 stadion baru/renovasi standar FIFA.
  8. Sektor Ketenaga Kerjaan
    Pada sektor ketenaga kerjaan pemerintah telah melakukan pemberian 92% bagi hasil kepada pengemudi ojol, 250 ribu peserta magang nasional bergaji UMK, pembukaan lapangan kerja baru untuk 5.485.944 orang, menaikkan insentif guru honorer 30%, dan 240 guru PPPK PW jadi Penuh Waktu tanpa tes tahun 2027.
  9. Sebanyak 10.000 Koperasi Merah-Putih telah mulai beroperasi.
  10. Pembangunan kampung haji.
  11. Penyelamatan kekayaan negara, penegakan hukum, dan penguatan cadangan devisa negara.

Jika melihat capaian-capaian pemerintah di atas, maka tentu kita harus secara jujur mengatakan jika negara saat ini telah benar-benar hadir untuk mengayomi rakyatnya. Paradigma pembangunan yang selama ini top down (atas ke bawah) juga terkonsentrasi, mulai berubah menjadi top down (bawah ke atas), proporsional, adil, dan merata.

Tidak ada satupun sosok pemimpin-pemimpin sebelumnya yang benar-benar ingin membangun negeri ini dari bawah, adil, dan secara merata di seluruh penjuru nusantara. Program-program Pak Prabowo benar-benar ditujukan agar rakyat kecil benar-benar hidup sejahtera, makmur, dan bahagia.

Rasa kepedulian dan perhatian seorang kepala negara yang tinggi juga telah membentuk fondasi kuat untuk membawa “Burung Garuda” terbang tinggi di langit. Bukan hanya itu, “doktrin palsu” tentang Indonesia sebagai negara terbelakang lalu meninggikan negara-negara lain tidak mempan lagi di hadapan Presiden Prabowo.

Beliau kini hadir sebagai sosok pelindung merah-putih yang kembali dikenal sebagai “macan asia” yang menginginkan Indonesia dihormati, dihargai, dan bermartabat di mata bangsa-bangsa lain.

Meski demikian, tantangan dan hambatan terus menerus-menerpa. Sosok pengusaha, oligarki, dan mafia yang telah lama menikmati status quo dari paradox bangsa ini, tidak pernah diam. Rongrongan terhadap pemerintah melalui serangan DFK (disinformasi, fitnah, dan kebencian) terus dianyang-anyang. Ironinya, sebagian besar dari saudara kita terhanyut dan ikut-ikutan menyerang pemimpinnya secara sporadis tanpa tahu fakta yang sebenarnya.

Walau begitu, sebagai Presiden yang berhati baja, bapak Prabowo tidak pernah peduli dengan segala macam bentuk hinaan dan caci-maki. Dirinya tetap berfokus bekerja untuk membahagiakan rakyatnya, karena menganggap mereka adalah keluarganya sendiri tanpa memperdulikan siapa saja yang ingin menyakitinya.

Permasalahan teknis tentu masih banyak kita temukan di lapangan dalam pelaksanaan kebijakan dan program dari pemerintah. Masih belum banyak yang bisa mengilhami dasar pemikiran dan ideologi seorang “Prabowo Subianto”. Oleh karenanya, sebagian rakyat masih merasa sebagai objek dari pembangunan nasional. Padahal keinginan dari seorang Presiden Prabowo Subianto adalah kebersamaan dan persatuan dalam ikut serta membangun Indonesia Raya.

Keinginan itu seyogyanya menjadikan seluruh rakyat sebagai mata dan telinganya untuk melawan seluruh mafia dan perusak negeri ini, karena Indonesia bukan sekedar miliki kita bersama, akan tetapi akan menjadi warisan terhadap anak dan cucu kita kelak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *