Makassar, Potretnusantara.co.id – Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) Nitro menjalin kerja sama strategis dengan Koperasi Homestay Teluk Ketapang, Malaysia, melalui penyelenggaraan kolokium dan seminar bersama pada Sabtu (10/10/2026). Pertemuan lintas negara ini menjadi langkah inisiasi kolaborasi antara pihak perguruan tinggi dengan institusi sociopreneur berbasis komunitas.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Rektor IBK Nitro, Dr. H. Muh Hatta Alwi, bersama Pengerusi Koperasi Homestay Teluk Ketapang, MD Azmi Bin A Aziz. Pertemuan ini difokuskan pada upaya menyinergikan peran akademisi dengan praktik kewirausahaan sosial yang memberdayakan masyarakat secara langsung.
Kolokium bersama ini merupakan bagian dari rangkaian agenda Celebes Summit on Education and Culture. Perhelatan tersebut digagas oleh Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yang berkolaborasi dengan South East Asia Academic Mobility (SEAAM), dan berlangsung selama tiga hari mulai 9 hingga 11 Oktober 2026.
Mewakili pihak penyelenggara dan SEAAM, Ismail Suardi Wekke turut memberikan pandangannya terkait kolaborasi strategis ini. “Kolaborasi ini bukan sekadar pertemuan seremonial, tetapi langkah nyata dalam membangun ekosistem sociopreneur di tingkat ASEAN,” ujar Ismail Suardi Wekke.
Ismail mengungkapkan bahwa inisiatif kerja sama ini dirancang untuk memperkuat peran institusi pendidikan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat secara riil. Menurutnya, sinergi antara dunia akademik dan praktisi sangat dibutuhkan untuk menciptakan inovasi sosial.

“Kami berharap mahasiswa dan akademisi IBK Nitro dapat belajar langsung dari keberhasilan Koperasi Homestay Teluk Ketapang dalam mengelola pariwisata dan ekonomi berbasis komunitas,” kata Ismail.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keterlibatan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan lintas sektor yang sangat krusial untuk mempercepat pertumbuhan pariwisata regional.
“Celebes Summit on Education and Culture menjadi jembatan strategis yang menghubungkan potensi unggulan lokal Sulawesi Selatan dengan pengalaman dan jaringan internasional,” tegasnya.
Sebagai penutup, Ismail menekankan pentingnya keberlanjutan program kerja sama tersebut agar tidak hanya berhenti pada tahap diskusi di atas kertas, melainkan harus dilanjutkan dengan program pertukaran, riset aksi, dan pendampingan masyarakat secara berkelanjutan.














