Polewali Mandar, Potretnusanatara.co.id – Seorang remaja di Desa Sumarrang, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, pulang ke rumah untuk mengambil telepon seluler berujung kepanikan.
Irwan (15) justru mendapati rumah orang tuanya telah dilalap api saat kembali ke rumah, Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 12.30 WITA.
Rumah milik UPA (37), warga Dusun I Lambe Lotong, Desa Sumarrang, saat itu dalam keadaan kosong. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.
Sebelum kebakaran terjadi, istri UPA, Rasni (32), meninggalkan rumah sekitar pukul 11.00 WITA menuju kediaman sepupunya di sekitar Lapangan Desa Sumarrang.
Rasni pergi untuk membantu membuat buras sebagai persiapan kegiatan Maulid.
Sekitar pukul 11.30 WITA, Irwan pulang setelah selesai sekolah. Ia datang ke rumah untuk menyimpan tas sekaligus mencuci pakaian.
Tak lama kemudian, Irwan meninggalkan rumah dan menuju kediaman keluarganya di sekitar Lapangan Sumarrang.
Sekitar satu jam kemudian, Irwan kembali menggunakan sepeda motor. Ia hendak mengambil telepon selulernya yang tertinggal di rumah.
Namun, setibanya di depan rumah, ia justru melihat kobaran api telah membesar dan membakar bangunan.
Irwan kemudian berlari menuju jalan yang berjarak sekitar 80 meter dari rumah untuk meminta pertolongan warga.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berdatangan dan berupaya memadamkan api. Mereka juga menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Informasi kebakaran diterima Polsek Campalagian, Polres Polewali Mandar, sekitar pukul 13.00 WITA.
Personel piket yang dipimpin KA SPKT Aipda Supeno kemudian mendatangi lokasi untuk mengecek kondisi, melakukan pendataan, dan mengumpulkan bahan keterangan.
Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.00 WITA setelah satu unit mobil pemadam kebakaran Kecamatan Campalagian tiba di lokasi.
Kapolsek Campalagian IPTU H. Harifuddin mengatakan, personelnya langsung bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Begitu menerima informasi dari masyarakat, personel piket langsung mendatangi TKP untuk memastikan situasi, melakukan pendataan dan mengumpulkan bahan keterangan. Dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka,” ujar Harifuddin.
Kebakaran tersebut mengakibatkan bangunan rumah mengalami kerusakan. Sejumlah barang berharga dan peralatan rumah tangga juga ikut terbakar.
Kerugian materiil sementara ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta.
Barang yang dilaporkan terbakar antara lain satu unit televisi, satu unit kulkas, dua unit telepon seluler, satu unit mesin, satu unit kompor, dua tabung gas, satu unit mesin air, empat ekor ayam Filipin, serta sejumlah peralatan dan fasilitas elektronik lainnya.
Penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui secara pasti. Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui sumber api.
Harifuddin mengimbau masyarakat tidak berspekulasi mengenai penyebab kebakaran sebelum hasil pemeriksaan lebih lanjut.
“Penyebab kebakaran masih dalam proses pendalaman. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi sebelum adanya hasil pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.
Polisi juga mengingatkan warga agar memastikan kondisi kompor, tabung gas, instalasi listrik, maupun sumber api lainnya sebelum meninggalkan rumah.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan kompor, tabung gas, instalasi listrik dan sumber api lainnya dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah. Apabila terjadi keadaan darurat, segera menghubungi pihak kepolisian atau pemadam kebakaran,” pungkasnya.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Sementara penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak terkait.(*)












