Pemilu

Ketua APDESI Polman Optimistis Pilkades Serentak 2026 Berjalan Kondusif, Imbau Kandidat Utamakan Politik Sehat

×

Ketua APDESI Polman Optimistis Pilkades Serentak 2026 Berjalan Kondusif, Imbau Kandidat Utamakan Politik Sehat

Sebarkan artikel ini

Polewali Mandar, Potretnusanatara.co.id – Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Polewali Mandar (Polman), yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Sabang Subik, Haidir Djlalil, optimistis pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 akan berlangsung aman dan kondusif.

Menurut Haidir Djalil, tingkat kerawanan konflik dalam kontestasi politik desa di Polman relatif rendah. Hal tersebut didasarkan pada pengalaman pelaksanaan Pilkades sebelumnya yang berjalan lancar tanpa gejolak berarti.

“Masyarakat saat ini sudah semakin memahami pentingnya demokrasi dan bagaimana menjaga situasi tetap kondusif. Kita belajar dari Pilkades tahun 2021 yang berlangsung dengan baik,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).

Ia menegaskan bahwa seluruh pihak harus tetap menjaga prinsip demokrasi yang berlandaskan asas Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil (Luber Jurdil). Dengan penerapan asas tersebut, setiap proses pemilihan diharapkan dapat diterima oleh seluruh peserta maupun masyarakat sehingga tidak menimbulkan konflik pascapemungutan suara.

Selain itu, sinergi antara pemerintah desa, penyelenggara, dan aparat keamanan dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas selama tahapan Pilkades berlangsung.

Pilkades Serentak di Kabupaten Polewali Mandar diperkirakan akan dilaksanakan pada November 2026. Jadwal tersebut mengacu pada ketentuan bahwa pemilihan kepala desa umumnya digelar sekitar satu bulan sebelum berakhirnya masa jabatan kepala desa definitif. Sementara itu, masa jabatan 77 kepala desa di Polewali Mandar diketahui akan berakhir pada 30 Desember 2026.

Sebanyak 77 desa akan mengikuti Pilkades karena masa jabatan kepala desanya berakhir pada tahun tersebut. Jumlah itu diperkirakan bertambah dengan adanya beberapa desa yang akan melaksanakan Pemilihan Antar Waktu (PAW), sehingga total desa yang menggelar pemilihan diperkirakan mencapai sekitar 80 desa.

“Hingga saat ini pemerintah daerah belum membentuk panitia atau tim penyelenggara secara resmi, tetapi proses pembentukan akan segera dilakukan dalam waktu dekat,” jelasnya.

Ia juga memprediksi kontestasi Pilkades tahun ini akan berlangsung dinamis karena sejumlah kepala desa petahana yang baru menjabat satu periode dipastikan kembali maju untuk periode kedua. Di sisi lain, sejumlah figur baru juga mulai bermunculan di berbagai desa.

Terkait perkembangan teknologi informasi, Ketua APDESI Polman menilai media sosial menjadi sarana yang efektif bagi para calon kepala desa untuk memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan program kerja kepada masyarakat.

Meski demikian, ia mengingatkan seluruh kandidat dan tim pendukung agar menggunakan media sosial secara bijak. Kampanye negatif, penyebaran informasi yang bersifat menyerang pribadi, maupun upaya saling menjatuhkan antarkandidat diminta untuk dihindari.

“Media sosial harus dimanfaatkan untuk menyampaikan gagasan dan program kerja, bukan untuk menebar konflik atau merusak hubungan sosial di tengah masyarakat,” tegasnya.

Haidir Djalil, meminta agar seluruh calon lebih mengedepankan adu gagasan dan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat desa. Dengan demikian, Pilkades tidak hanya menjadi ajang perebutan jabatan, tetapi juga momentum menghadirkan pemimpin desa yang mampu membawa perubahan dan kemajuan bagi warganya.

Menjelang pelaksanaan Pilkades Serentak 2026, APDESI Polman mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan dan stabilitas sosial agar kontestasi Pilkades ditingkat desa dapat berlangsung damai, aman, dan demokratis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *