Makassar, Potretnusantara.co.id — Kesatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia (KEPMI) Bone resmi memasuki babak baru kepemimpinan usai menuntaskan rangkaian Kongres XXI yang digelar di Makassar, Kamis (14/5/2026).
Kongres yang mengusung tema “Revitalisasi KEPMI Bone: Sinergi dan Integritas Menuju Lembaga yang Progresif dan Berdaya Saing” tersebut menjadi momentum penting dalam menentukan arah baru organisasi sekaligus memperkuat konsolidasi kader di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.
Forum tertinggi organisasi itu tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga ruang evaluasi, refleksi, serta pertukaran gagasan terkait masa depan KEPMI Bone sebagai organisasi pengaderan pelajar dan mahasiswa asal Kabupaten Bone.
Rangkaian Kongres XXI berlangsung dinamis dan penuh antusiasme kader. Kegiatan diawali dengan seremoni pembukaan di AAS Building, kemudian dilanjutkan persidangan di Gedung Guru Jusuf Kalla dan Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, hingga ditutup di Gedung LPTQ Sulawesi Selatan.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Dr. Andi Ilham Samanlangi selaku demisioner Ketua Umum DPP KEPMI Bone, perwakilan Pemerintah Kabupaten Bone, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, serta Direktorat Jenderal Hortikultura sebagai representasi Menteri Pertanian Republik Indonesia yang membuka kegiatan secara resmi.
Kehadiran berbagai unsur tersebut dinilai menjadi penanda bahwa KEPMI Bone masih memiliki posisi strategis sebagai wadah berhimpun pelajar dan mahasiswa Bone sekaligus mitra kritis dalam pembangunan sumber daya manusia daerah.
Dalam forum kongres, sejumlah isu strategis turut menjadi pembahasan kader, mulai dari penguatan kaderisasi, pengembangan lembaga otonom, penguatan hubungan antar komisariat dan cabang, hingga peran organisasi dalam menjawab persoalan sosial dan pendidikan.
Selain dinamika persidangan, semangat kekeluargaan tetap menjadi warna utama selama kongres berlangsung. Perbedaan pandangan antar kader dinilai tetap terbingkai dalam semangat persaudaraan dan nilai kebersamaan yang telah lama menjadi kultur organisasi.
Melalui rangkaian sidang yang berlangsung panjang dan penuh dinamika, Muh. Khaidir Mu’tashim akhirnya resmi ditetapkan sebagai Formatur Ketua Umum DPP KEPMI Bone periode 2026–2028.
Usai ditetapkan, Khaidir menegaskan komitmennya untuk membawa KEPMI Bone menjadi organisasi yang lebih progresif dan responsif terhadap kebutuhan kader maupun daerah.
“KEPMI Bone harus menjadi rumah besar yang mampu melahirkan kader-kader berintegritas, adaptif, dan siap menjawab tantangan zaman. Amanah ini bukan hanya tentang kepemimpinan, tetapi tentang tanggung jawab bersama untuk menjaga marwah organisasi,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun sinergi antar tingkatan organisasi agar roda kelembagaan berjalan lebih solid dan terarah.
“Ke depan, penguatan komunikasi antara DPP, DPK, dan DPC menjadi prioritas utama. Kita ingin menghadirkan gerak organisasi yang lebih kolektif, harmonis, dan berdampak nyata bagi kader maupun masyarakat,” katanya.
Menurutnya, KEPMI Bone harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar organisasi dan budaya Bugis Bone.
“Kita ingin menghadirkan KEPMI Bone yang progresif, tetapi tetap berpijak pada nilai getteng, lempu, ada tongeng, dan temmappasilaingeng sebagai fondasi moral kader,” tambahnya.
Di kalangan kader, istilah “DIGITAL” juga mulai menjadi perhatian dalam ruang-ruang diskusi organisasi. Akronim dari “Disiplin, Giat, dan Total” itu disebut sebagai semangat baru dalam membangun karakter kader yang aktif, konsisten, dan bertanggung jawab terhadap organisasi maupun daerah.
Pasca kongres, penguatan hubungan antara DPP, DPK, dan DPC turut menjadi perhatian utama kader. Mereka berharap kepengurusan mendatang mampu menghadirkan pola komunikasi yang lebih terintegrasi sehingga gerak organisasi di setiap tingkatan berjalan lebih efektif dan berkesinambungan.
Kongres XXI juga menjadi penegasan bahwa KEPMI Bone bukan sekadar organisasi seremonial, melainkan ruang pembentukan karakter, pengabdian, serta lahirnya gagasan-gagasan kritis mahasiswa Bone.
Dengan berakhirnya Kongres XXI, KEPMI Bone kini resmi memasuki era kepemimpinan baru. Tantangan ke depan dinilai tidak ringan, namun semangat kaderisasi, solidaritas, dan nilai kekeluargaan diharapkan tetap menjadi fondasi utama dalam membawa organisasi menuju arah yang lebih progresif dan berdaya saing.













