Advertorial

MIWF 2026 Gandeng Pemkot Makassar Perkuat Ekosistem Kreatif

×

MIWF 2026 Gandeng Pemkot Makassar Perkuat Ekosistem Kreatif

Sebarkan artikel ini

Makassar, Potretnusantara.co.id – Pemerintah Kota Makassar untuk pertama kalinya terlibat langsung dalam penyelenggaraan Makassar International Writers Festival (MIWF) 2026. Keterlibatan tersebut menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan MIWF dalam mendorong kreativitas generasi muda di Kota Makassar.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dijadwalkan membuka langsung MIWF 2026 yang akan berlangsung di Benteng Rotterdam pada 14 Mei 2026. Kepastian itu disampaikan saat menerima audiensi panitia penyelenggara MIWF di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Selasa (12/5/2026).

Direktur MIWF, Aan Mansyur, mengatakan keterlibatan Pemkot Makassar dalam festival tahun ini menjadi energi baru bagi pengembangan MIWF ke depan. Ia menyebut penyelenggaraan MIWF 2026 turut melibatkan tiga kementerian.

“Kegiatan kami bekerja sama dengan tiga kementerian dan kami berharap pada pembukaannya bapak nanti hadir membuka langsung kegiatan,” ujar Aan.

Festival sastra internasional tersebut juga melibatkan partisipasi dari tujuh negara dengan total 144 program selama empat hari pelaksanaan, 14–17 Mei 2026. Sebanyak 257 panelis dan 135 mitra kolaborator akan terlibat dalam berbagai diskusi, lokakarya, dan program kreatif.

“Sejumlah program juga akan dilaksanakan di Makassar Creative Hub (MCH),” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kota Makassar turut dilibatkan, di antaranya Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan, serta Dinas Lingkungan Hidup.

Aan menjelaskan, pelibatan lintas OPD tersebut sejalan dengan konsep festival yang diusung MIWF tahun ini, salah satunya konsep rendah karbon.

“Festival kami mengusung kegiatan rendah karbon sehingga membutuhkan kolaborasi dengan dinas-dinas terkait,” jelasnya.

Sementara itu, Munafri menegaskan keterlibatan Pemkot Makassar dalam MIWF bukan sekadar dukungan seremonial terhadap sebuah kegiatan, melainkan langkah strategis dalam mendukung ekosistem kolaborasi kreatif yang berdampak jangka panjang bagi kota.

“Harapan kita besar karena ini kita (Pemkot) baru pertama kali join. Artinya kita melihat dari jalannya kegiatan MIWF ini dari tahun ke tahun dan bagaimana support dari pemerintah,” katanya.

Menurut Munafri, kehadiran festival internasional seperti MIWF harus dimanfaatkan untuk memperkuat citra Makassar sebagai kota yang terbuka terhadap gagasan, jejaring global, dan pengembangan ekonomi kreatif.

“Tidak mudah mendatangkan event seperti ini. Kalau diundang, belum tentu mau datang. Tapi sekarang mereka yang justru mau berkolaborasi,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan dampak nyata dari setiap penyelenggaraan event internasional. Menurutnya, harus ada tindak lanjut dan hasil yang dapat diwujudkan pada tahun berikutnya agar festival tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata.

“Harus ada sesuatu yang bisa kita dapatkan untuk menuju tahun berikutnya. Jadi bukan selesai kegiatan lalu habis begitu saja. Harus ada embrio kolaborasi yang bisa terus tumbuh,” tambahnya.

Munafri turut mendorong pelibatan lebih luas dalam program-program MIWF, termasuk membuka ruang partisipasi bagi pelajar SMP di Kota Makassar melalui kegiatan edukatif yang relevan.

Ia berharap keterlibatan generasi muda dalam festival internasional tersebut dapat menjadi pengalaman belajar yang membuka wawasan sekaligus menumbuhkan budaya literasi di Kota Makassar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *