Pendidikan

SK Definitif BEM Unsulbar Akhirnya Terbit: Kemenangan Demokrasi Mahasiswa

×

SK Definitif BEM Unsulbar Akhirnya Terbit: Kemenangan Demokrasi Mahasiswa

Sebarkan artikel ini

Majene, Potretnusantara.co.id – Setelah melewati proses panjang yang penuh dinamika, akhirnya Surat Keputusan (SK) definitif Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sulawesi Barat resmi diterbitkan oleh Rektor Universitas Sulawesi Barat. Keluarnya SK ini menjadi momentum penting bagi keberlangsungan demokrasi kampus dan legitimasi gerakan mahasiswa di lingkungan kampus.

Selama ini, keterlambatan penerbitan SK BEM sempat memunculkan berbagai pertanyaan dan keresahan di kalangan mahasiswa. Sebab, BEM bukan hanya organisasi formal semata, melainkan representasi suara mahasiswa yang memiliki peran strategis sebagai kontrol sosial, penyalur aspirasi, serta mitra kritis kampus dalam mengawal kebijakan yang berpihak pada kepentingan mahasiswa.

“Terbitnya SK definitif ini menjadi harapan baru bagi mahasiswa agar gerakan dan aspirasi mahasiswa dapat kembali berjalan secara maksimal dan memiliki legitimasi yang jelas,” ujar Muhammad Asraf, Senin (11/5/2026).

Menurut Asraf, terbitnya SK definitif ini menjadi bukti bahwa dinamika yang terjadi akhirnya menemukan titik terang. Ini bukan hanya kemenangan administratif, tetapi juga kemenangan demokrasi mahasiswa. Karena organisasi mahasiswa yang memiliki legitimasi jelas akan lebih kuat dalam menjalankan fungsi perjuangan, advokasi, dan pengawalan terhadap berbagai persoalan kampus maupun isu sosial kemasyarakatan.

“BEM harus hadir sebagai ruang perjuangan mahasiswa, bukan hanya sekadar simbol formalitas kelembagaan. Tanggung jawab besar kini ada di pundak pengurus definitif untuk menjaga independensi dan keberpihakan kepada mahasiswa,” tegasnya.

Lebih lanjut dia bilang, mahasiswa tentu berharap agar BEM definitif ini mampu menjadi wadah yang aktif dalam mengawal transparansi kebijakan kampus, memperjuangkan hak-hak mahasiswa, serta menjaga marwah gerakan intelektual di Universitas Sulawesi Barat. Sebab kampus yang sehat bukanlah kampus yang sunyi dari kritik, melainkan kampus yang memberi ruang bagi tumbuhnya demokrasi dan keberanian berpikir.

“Kami berharap hubungan antara birokrasi kampus dan mahasiswa ke depan bisa lebih sehat dan terbuka. Karena kemajuan kampus tidak hanya ditentukan oleh birokrasi, tetapi juga oleh keberanian mahasiswa dalam menjaga nilai-nilai demokrasi dan intelektualitas,” tutupnya.

Keluarnya SK definitif hari ini diharapkan menjadi awal baru bagi terciptanya hubungan yang lebih sehat antara birokrasi kampus dan mahasiswa di Universitas Sulawesi Barat. Karena pada akhirnya, kemajuan kampus tidak hanya ditentukan oleh birokrasi, tetapi juga oleh keberanian mahasiswa dalam menjaga nilai-nilai demokrasi, intelektualitas, dan keberpihakan terhadap kepentingan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *