Pendidikan

Alumni Serahkan Karya Buku, Kepsek SMA N 2 Kusambi Dorong Siswa Tingkatkan Literasi

×

Alumni Serahkan Karya Buku, Kepsek SMA N 2 Kusambi Dorong Siswa Tingkatkan Literasi

Sebarkan artikel ini

Muna Barat, Potretnusantara.co.id – Alumni SMA Negeri 2 Kusambi, Rasmin Jaya, menyerahkan buku karyanya yang berjudul Transformasi dan Wacana di Era Distrupsi kepada SMA N 2 Kusambi, Jumat (8/5/2026).

Kehadiran Rasmin Jaya disambut langsung oleh Kepala SMA N 2 Kusambi, La Ode Saidin, bersama para guru dengan penuh semangat kebersamaan dan kekeluargaan. Suasana hangat dan penuh canda tawa pun mewarnai pertemuan tersebut karena mengingat kembali masa-masa nostalgia saat masih duduk di bangku sekolah.

Kepala SMA N 2 Kusambi, La Ode Saidin, mengaku bangga dan optimistis atas kehadiran alumni yang dinilai dapat menjadi dorongan semangat untuk terus memberikan yang terbaik bagi kemajuan sekolah, termasuk dalam peningkatan kualitas kepemimpinan dan budaya literasi.

“Harapan kami sebagai guru-guru agar alumni terus solid, mendukung satu sama lain, karena di mana pun kita berproses dan mengabdi bisa terus mengharumkan nama baik SMA N 2 Kusambi dan terus bermanfaat untuk generasi,” harapnya.

Ia juga mengapresiasi capaian Rasmin Jaya yang berhasil menerbitkan sebuah buku. Menurutnya, hal tersebut merupakan pencapaian luar biasa yang lahir dari semangat, ketekunan, konsistensi, dan kebiasaan membaca hingga mampu menghasilkan sebuah karya.

“Patut kita apresiasi dan semoga ini menjadi inspirasi untuk anak-anak sekolah khususnya SMA N 2 Kusambi bisa terus membudayakan semangat membaca. Tentu tidak mudah bisa menulis dan menerbitkan sebuah buku, tapi alumni kita saat ini sudah bisa menunjukkan langkah nyata itu,” tegasnya.

Sementara itu, Rasmin Jaya mengaku bangga melihat kekompakan para guru yang terus mendidik, mengajar, dan membuka ruang harapan bagi para siswa.

“Harapan saya alumni dan guru-guru bisa terus berkolaborasi majukan kualitas dan kapasitas SDM SMA N 2 Kusambi dalam berbagai bidang agar terus bermanfaat,” tegasnya.

Ia juga mendorong para pelajar SMA N 2 Kusambi untuk terus membudayakan literasi melalui membaca, berdiskusi, dan menulis agar mampu melahirkan karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Dalam kesempatan tersebut, Rasmin turut mengenang masa-masa putih abu-abu yang menurutnya menjadi momen berkesan dan tidak terlupakan bagi setiap alumni.

“Pendidikan sebagai harapan masa depan yang bisa menjadi modal kita dalam mencapai cita-cita, harapan dan tujuan yang kita inginkan,” harapnya.

Rasmin juga mengajak para siswa yang baru lulus dari jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk melanjutkan pendidikan di SMA N 2 Kusambi. Menurutnya, sekolah tersebut memiliki kualitas, manajemen yang baik, serta mampu menciptakan sumber daya manusia yang maju dan berdaya saing.

Sebagai alumni, ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk terus berkontribusi demi kemajuan sekolah yang telah memberikan banyak ilmu dan pengalaman selama masa pendidikan.

Meski terbilang masih muda karena baru dirintis pada 2014, perkembangan SMA N 2 Kusambi dinilai cukup pesat. Hal itu terlihat dari kontribusi para guru dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, serta perhatian para alumni yang tetap peduli terhadap perkembangan sekolah meski telah menempuh berbagai profesi dan pengabdian.

Menurut Rasmin, pendidikan merupakan aset penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Kesempatan menempuh pendidikan saat ini harus menjadi momentum untuk terus melanjutkan pendidikan demi meraih cita-cita dan masa depan yang lebih baik.

Ia juga menegaskan bahwa amanat UUD 1945 tentang mencerdaskan kehidupan bangsa harus menjadi pijakan bagi seluruh pemangku kebijakan dan pihak terkait dalam memenuhi kebutuhan dasar pendidikan di setiap jenjang sekolah.

“Pelajar adalah tulang punggung masa depan bangsa, daerah, dan negara. Mereka memikul tanggung jawab besar sebagai estafet kepemimpinan yang akan memperbaiki tatanan pembangunan ke depan,” tegasnya pada Jumat, 8 Mei 2026, di Muna Barat.

Rasmin menilai posisi pelajar sebagai generasi tercerahkan memiliki peran strategis dalam menggerakkan perubahan. Menurutnya, menempuh pendidikan di SMA mana pun bukan menjadi persoalan utama, melainkan bagaimana keseriusan, ketekunan, dan semangat belajar terus ditingkatkan demi membanggakan orang tua dan daerah.

Ia menambahkan, perubahan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang, perjuangan, dan konsistensi. Hal tersebut, kata dia, telah ditunjukkan oleh para guru di SMA N 2 Kusambi yang terus mengabdikan diri demi kemajuan sekolah dan peserta didik.

Rasmin juga berpesan kepada para siswa agar menjadi generasi baru yang mampu menciptakan perubahan positif. Menurutnya, pendidikan bukan sekadar formalitas, tetapi sarana untuk membentuk karakter dan masa depan yang lebih bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, daerah, bangsa, dan negara.

Selain itu, ia mengajak para siswa untuk lebih cermat memilih sekolah yang mampu membentuk jiwa kepemimpinan dan meningkatkan kualitas diri.

Di akhir kegiatan, Rasmin Jaya menyerahkan buku karyanya kepada SMA N 2 Kusambi sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan budaya literasi di sekolah. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama kepala sekolah dan para guru.

“Maju terus SMA N 2 Kusambi. Ayo sekolah di SMA N 2 Kusambi sebagai wadah dan kawah candradimuka untuk membantu menciptakan generasi emas di masa depan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *